kabartuban.com – Sulitnya akses menuju lahan perkebunan di Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, memaksa petani mencari cara yang tidak biasa. Salah satunya dengan memanfaatkan drone pertanian berkapasitas besar untuk mengangkut berbagai kebutuhan logistik. Namun, teknologi itu mendadak menjadi sorotan setelah beredar video seorang petani bergelantungan di bawah drone hingga tampak “terbang” melintasi area persawahan.
Video berdurasi 1 menit 14 detik tersebut viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pria terlihat mengenakan body harness yang dikaitkan pada drone pertanian. Ia kemudian diterbangkan pada ketinggian sekitar 15 meter dan menempuh jarak kurang lebih satu kilometer di atas hamparan sawah.
Sosok dalam video tersebut diketahui bernama Daeman (53), petani asal Kabupaten Jombang yang sedang mengelola perkebunan pisang Cavendish di wilayah Tuban.
Saat ditemui pada Selasa (7/7/2026), Daeman mengaku aksi tersebut dilakukan sekitar tiga hari lalu. Ia mengatakan, awalnya video itu dibuat sekadar untuk kebutuhan konten. Namun di balik aksi yang viral, drone tersebut memang setiap hari digunakan untuk menunjang aktivitas pertanian.
“Awalnya hanya iseng untuk konten. Tapi drone ini memang setiap hari dipakai mengangkut bibit, pupuk, dan kebutuhan di lahan karena akses jalannya sulit,” ujarnya.
Daeman menjelaskan, medan menuju perkebunan tidak dapat dilalui kendaraan dengan mudah. Kondisi itulah yang membuat distribusi logistik menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, drone dimanfaatkan sebagai sarana angkut berbagai kebutuhan, mulai dari bibit pisang Cavendish, pupuk organik, hingga rumput pakan.
Drone yang digunakan memiliki kapasitas angkut sekitar 150 kilogram. Kehadirannya dinilai mampu memangkas waktu dan tenaga dibandingkan harus mengangkut barang secara manual melewati jalur yang sulit dijangkau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkebunan pisang Cavendish tersebut merupakan milik seorang pengusaha asal Jombang yang mengelola lahan seluas sekitar 12 hektare di Desa Sembungrejo.
“Benar, pemilik usaha ini berasal dari Jombang yang sedang menggarap perkebunan pisang Cavendish di Tuban dengan luas lahan kurang lebih 12 hektare,” kata Daeman.
Pemanfaatan drone untuk distribusi logistik di lahan perkebunan menjadi gambaran bagaimana teknologi mulai diadaptasi dalam sektor pertanian, terutama di wilayah dengan akses transportasi yang terbatas. Kehadiran alat tersebut tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional di lapangan.
Meski demikian, penggunaan drone untuk mengangkut manusia bukanlah fungsi utama perangkat tersebut. Aksi seperti yang terekam dalam video viral itu tidak direkomendasikan karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan harus memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Sebagai informasi, drone pertanian dengan spesifikasi serupa diperkirakan bernilai sekitar Rp500 juta. Investasi tersebut sebanding dengan kemampuan angkut dan efisiensi yang ditawarkan, terutama bagi pelaku usaha pertanian yang mengelola lahan luas dengan akses yang sulit dijangkau. (fah)
