SBI Bekali Warga dari Enam Desa di Tuban Keterampilan Sablon dan Teknisi AC

kabartuban.com – Peluang untuk memiliki penghasilan dari keterampilan sendiri mulai dibuka bagi warga di sekitar wilayah operasional PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Pabrik Tuban.

Sebanyak warga dari enam desa mengikuti pelatihan keterampilan sablon dan teknisi air conditioner (AC) yang digelar SBI bersama UPT Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Tuban dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur.

Bukan sekadar belajar teori, peserta juga dibekali praktik serta peralatan kerja yang diharapkan bisa menjadi modal awal untuk mulai membuka jasa secara mandiri.

Pelatihan yang berlangsung hingga 18 September 2026 itu digelar di Rumah Kreatif Tuwuh Mendhiri. Pesertanya berasal dari Desa Glondonggede, Karangasem, Merkawang, Sawir, Mliwang, dan Kedungrejo.

Pilihan keterampilan yang diberikan cukup dekat dengan kebutuhan masyarakat. Peserta pelatihan sablon dapat mengembangkan jasa pembuatan kaus, atribut komunitas, kebutuhan kegiatan hingga produk promosi bagi pelaku usaha lokal.

Sementara peserta pelatihan teknisi AC memiliki peluang untuk menawarkan jasa pemasangan, perawatan maupun perbaikan AC, yang kebutuhannya terus berkembang seiring semakin banyaknya rumah, tempat usaha, hingga perkantoran yang menggunakan pendingin ruangan.

General Affair & Community Relations Manager SBI Pabrik Tuban, M. Yunani Rizzal, mengatakan pelatihan tersebut memang diarahkan agar keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

“Kami ingin pelatihan ini memberikan bekal yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat. Keterampilan sablon maupun teknisi AC memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi jasa yang dibutuhkan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurut Yunani, pemberian peralatan kerja menjadi bagian penting agar peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh.

Dengan peralatan tersebut, peserta diharapkan tidak harus menunggu mendapatkan pekerjaan, tetapi mulai membangun usaha dari lingkungan terdekat. Dari menerima pesanan kecil, membangun kepercayaan pelanggan, hingga perlahan mengembangkan usahanya.

“Dukungan peralatan yang diberikan juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi peserta untuk mulai mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh dan melayani konsumen,” imbuhnya.

Program ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa. Plt Kepala Desa Sawir, Clara Wanalita, menilai pelatihan keterampilan yang dapat langsung diterapkan memiliki manfaat lebih panjang bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi konsistensi sinergi Solusi Bangun Indonesia bersama lembaga pelatihan pemerintah dalam memberikan keterampilan yang dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat,” kata Clara.

Dia berharap pelatihan semacam itu tidak hanya menambah kemampuan warga, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari desa.

“Program seperti ini diharapkan dapat melahirkan wirausahawan baru yang mandiri dan ikut menggerakkan perekonomian di daerah,” imbuhnya.

Bagi peserta, bantuan peralatan kerja menjadi langkah awal untuk mengubah keterampilan yang baru dipelajari menjadi sumber penghasilan.

Salah satunya Imam Rosyid, warga Desa Glondonggede yang mengikuti pelatihan teknisi AC. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan sekaligus menerima peralatan kerja.

“Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur bisa mengikuti pelatihan AC dan mendapatkan bantuan peralatan. Ini menjadi modal awal untuk mempraktikkan ilmu yang sudah dipelajari dan mengembangkan keterampilan menjadi peluang usaha,” ungkapnya.

Setelah pelatihan berakhir, SBI Pabrik Tuban berencana memonitor perkembangan para peserta sekaligus mendorong pendampingan agar keterampilan yang telah diperoleh dapat terus berkembang.

Harapannya, pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal bagi warga untuk membangun usaha, mendapatkan pelanggan, dan meningkatkan pendapatan keluarga melalui keterampilan yang dimiliki.

Bagi warga enam desa tersebut, sebuah peralatan kerja mungkin terlihat sederhana. Namun, dari sanalah peluang untuk berdiri di atas usaha sendiri bisa dimulai. ( fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya