kabartuban.com – Pencarian korban kecelakaan laut kapal MV Khatulistiwa 8 akhirnya berakhir pada Sabtu (10/10/2026). Setelah tiga hari dinyatakan hilang, Mualim I kapal tersebut, Mayan Petter Saba, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Tuban, Jawa Timur.
Korban ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB, tidak jauh dari lokasi kapal mengalami kebocoran dan tenggelam. Lokasi penemuan berada sekitar dua mil laut ke arah selatan dari titik kejadian perkara (TKP).
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Metropolitan Jaya, membenarkan lokasi penemuan korban tersebut.
“Masih sekitar TKP kapal, cuma ke selatan. Dari TKP ke selatan kurang lebih dua mil dari koordinat TKP,” ujarnya.
Sebelumnya, MV Khatulistiwa 8 mengalami kebocoran pada Rabu (7/10/2026) malam, setelah bertolak dari dermaga terminal khusus (tersus) PT Semen Indonesia (SIG) Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah.
Kapal berbendera Indonesia dengan tonase kotor 1.245 GT itu berangkat sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, dalam perjalanan, kapal dilaporkan mengalami kebocoran setelah terjadi insiden tabrakan yang disebut melibatkan tongkang.
Informasi awal diterima agen pelayaran dari kepala kamar mesin sekitar pukul 21.37 WIB. Selanjutnya, informasi kebocoran kapal diterima melalui Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya dan siaran radio maritim kanal 16, dengan lokasi kejadian di koordinat 06° 33.460′ LS dan 112° 59.291′ BT, di perairan Tuban, sekitar kawasan PHE.
Upaya penyelamatan segera dilakukan. Sekitar pukul 22.45 WIB, pihak syahbandar memerintahkan kapal TB Amazon Harbour dan TB Multi Progress untuk membantu proses evakuasi.
Pada pukul 23.07 WIB, nakhoda Syamsul Kamal bersama 17 awak kapal lainnya berhasil diselamatkan oleh TB Amazon Harbour dan dievakuasi ke dermaga tersus SIG Tuban. Sementara itu, Mayan Petter Saba dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan pada Sabtu siang.
Selain memastikan penanganan korban, otoritas pelayaran juga memantau potensi dampak lingkungan akibat tenggelamnya kapal tersebut.
MV Khatulistiwa 8 diketahui mengangkut sekitar 1.850 ton semen dalam 925 polysling bags. Meski membawa muatan dalam jumlah besar, hasil pengamatan petugas di sekitar lokasi kejadian tidak menemukan indikasi pencemaran laut.
“Hasil pengamatan kami di laut dan sekitar lokasi kapal tenggelam nihil (pencemaran),” tegas Metropolitan Jaya.
Dengan ditemukannya korban terakhir, perhatian selanjutnya tertuju pada penanganan pascakejadian, termasuk pendalaman penyebab insiden kapal yang mengalami kebocoran hingga tenggelam di perairan Tuban tersebut. (fah)
