Home HEADLINE Gerindra Tuban Panaskan Mesin 2029, Libatkan Tokoh Desa dan Gen Z

Gerindra Tuban Panaskan Mesin 2029, Libatkan Tokoh Desa dan Gen Z

5

kabartuban.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Tuban memanfaatkan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra untuk memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Penguatan kader, penjaringan calon anggota legislatif (caleg), hingga pelibatan tokoh masyarakat dan generasi muda (Gen Z) menjadi fokus utama.

Peringatan HUT ke-18 yang digelar di Kantor DPC Gerindra Kabupaten Tuban pada Minggu (8/2/2026) tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC, PAC, serta anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tuban. Namun, dalam kegiatan itu, salah satu kader Gerindra yang menjabat Wakil Bupati Tuban diketahui tidak hadir.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tuban, Lutfi Firmansyah,  mengatakan peringatan HUT ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi internal partai.

“Di usia ke-18 ini kami mengajak seluruh struktur untuk memperkuat barisan dan bersiap menghadapi Pemilu 2029. Ini saatnya Gerindra Tuban bergerak lebih awal,” ujar Lutfi.

Pria kelahiran Bojonegoro itu menegaskan bahwa Gerindra Tuban juga terus mengawal pelaksanaan program-program pemerintah pusat di daerah. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kabupaten Tuban hingga unsur TNI dan Polri.

“Alhamdulillah, kami sering berkoordinasi dengan pemkab, Dandim, Polres, dan stakeholder lainnya. Program-program seperti MBG, KDMP, maupun SR yang berjalan di Tuban terus kami dukung,” jelasnya.

Menghadapi Pemilu 2029, Gerindra Tuban memasang target penambahan kursi legislatif. Hal ini menyusul hasil Pemilu 2024 yang dinilai mengalami penurunan.

“Di 2024 kemarin kursi kami turun. Maka di 2029 kami ingin merebut kembali dengan target penambahan minimal dua sampai tiga kursi. Target realistis kami tujuh sampai delapan kursi,” tegas Lutfi.

Untuk mencapai target tersebut, Gerindra Tuban mulai mengintensifkan penjaringan bakal caleg dari berbagai kalangan.

“Kami mengajak seluruh struktur, baik secara struktural maupun nonstruktural, untuk mencari figur-figur potensial. Termasuk melibatkan simpatisan agar mengajak tokoh-tokoh desa dan kecamatan bergabung dengan Gerindra,” tambahnya.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah mengaktifkan kembali sayap partai Laskar Pandu Garuda (LPG), yang sebelumnya dikenal sebagai Garda Merah Putih (GMP). Kebijakan ini merupakan instruksi dari DPD Partai Gerindra Jawa Timur.

“LPG akan kami aktifkan kembali untuk membantu kerja-kerja partai menuju 2029. Kebutuhan satu kabupaten sekitar 100 orang. Dengan 20 kecamatan di Tuban, setiap kecamatan kami siapkan lima orang,” ungkap Lutfi.

LPG menyasar kalangan muda dengan batas usia maksimal 35 tahun, tanpa membedakan putra maupun putri. Menurut Lutfi, generasi muda menjadi kekuatan penting untuk mendongkrak suara pemilih pemula.

“Anak-anak muda ini energik dan fresh. Struktur partai akan banyak dibantu oleh Gen Z untuk menambah suara di segmen pemuda,” katanya.

Terkait peluang Gerindra mengusung calon kepala daerah pada Pilkada mendatang, Lutfi menyebut pihaknya masih menunggu hasil perolehan kursi legislatif.

“Kita lihat dulu hasil pileg. Setelah itu baru kami evaluasi peluang Pilkada,” ujarnya.

Di usia ke-18, partai yang di nahkodai Oleh peresiden Prabowo Subianto itu, menekankan pentingnya kekompakan seluruh elemen partai. Instruksi dari DPP dan DPD disebut tidak bersifat teknis, namun menekankan gerak bersama.

“Tagline kami kompak, bergerak, berdampak. Seluruh struktur, sayap partai, dan simpatisan harus kompak, bergerak bersama, sehingga di 2029 nanti hasilnya benar-benar berdampak maksimal,” tegas Lutfi.

Disinggung terkait ketidakhadiran Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono yang juga kader Gerindra, Lutfi mengaku tidak menerima konfirmasi sebelumnya.

“Beliau tidak ada konfirmasi ke saya. Mungkin ada agenda lain. Tidak ada juga pesan atau WA,” ujarnya.

Meski demikian, Lutfi berharap ke depan seluruh kader, terutama yang memegang jabatan publik, bisa hadir dalam momentum-momentum penting partai.

“Sebagai kader Gerindra, momen ulang tahun partai ini seharusnya sudah diketahui. Harapan kami ke depan bisa lebih kompak lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban dan juga sebagai kader Gerindra, Joko Sarwono saat di konfirmasi menyatakan pihaknya tidak mengetahui adanya acara tersebut. Ia menambahkan bahwa selama ini komunikasi antara partai dengan pihaknya tidak ada masalah atau baik baik saja.

“Saya tidak tahu dan Ndak ada agenda di meja saya,” ucapnya saat di konfirmasi melalui WhatsApp.

Saat di tanya soal kedepan akan terlibat lebih aktif dalam konsolidasi partai menuju Pemilu mendatang pihaknya mengungkapkan “kedepan nantilah itu,”pungkas singkatnya. (fah)