Sekolah Rakyat Tuban Dibangun dengan Anggaran Rp50 Miliar Lebih, Siap Cetak Generasi Emas dan Putus Rantai Kemiskinan

kabartuban.com – Kabupaten Tuban kembali menorehkan catatan penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Daerah berjuluk Bumi Wali ini telah memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dengan nilai anggaran lebih dari Rp50 miliar, sebagai tindak lanjut atas penugasan langsung Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Sosial.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan, Tuban mendapat kepercayaan penuh dari pemerintah pusat untuk menjadi salah satu daerah pelaksana program strategis nasional di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

“Alhamdulillah, Kabupaten Tuban mendapatkan kepercayaan dari Bapak Menteri Sosial yang ditugaskan langsung oleh Bapak Presiden. Hari ini proses pembangunan Sekolah Rakyat sudah dimulai,” ujar Bupati Halindra.

Sekolah Rakyat tersebut dibangun di atas lahan seluas 5 hingga 7 hektare yang berlokasi di Desa Mondokan. Saat ini, tahapan awal pembangunan telah berjalan dengan proses pengurukan lahan.

Menurut Bupati Halindra, Sekolah Rakyat Tuban dirancang sebagai lembaga pendidikan terpadu yang akan menampung sekitar 1.000 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Insyaallah sekolah ini akan menampung kurang lebih seribu siswa. Anggarannya di atas Rp50 miliar dan seluruh proses lelang sudah diselesaikan oleh kementerian terkait. Kami di daerah menyiapkan lahannya, dan semua berjalan sesuai arahan Bapak Menteri serta Bapak Presiden,” jelasnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban ditargetkan rampung pada akhir 2026, dan mulai beroperasi penuh pada tahun 2027.

“Targetnya akhir 2026 pembangunan selesai, dan 2027 sudah bisa beroperasi sesuai arahan kementerian terkait,” imbuh Halindra.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda Tuban, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ditempat yang sama, Mentri Sosial Republika Indonesia, saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat terintegrasi menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka yang selama ini belum sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah menjadi prioritas utama.

“Anak-anak ini kita datangi rumahnya, kita diskusi, lalu ditetapkan oleh Pak Bupati dan diteruskan ke kami untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Pria yang lebih akrab di panggil Gus Ipul itu, menyampaikan bahwa Keunggulan lain Sekolah Rakyat Tuban adalah penerapan pembelajaran berbasis teknologi. Seluruh siswa akan dibekali satu unit laptop, begitu pula para guru. Proses belajar mengajar menggunakan Learning Management System (LMS) dan papan tulis digital.

“Siswanya pakai laptop, gurunya pakai laptop dan sudah di lengkapi samartboard, Ini bagian dari modernisasi pendidikan sesuai arahan Presiden,” kata Halindra.

Tak hanya akademik, kata Gus Ipul, Sekolah Rakyat juga menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan jadwal terstruktur, mulai dari bangun tidur, belajar, makan bersama, hingga ibadah.

Yang tak kalah penting, Sekolah Rakyat Tuban dirancang untuk mengawal siswa hingga masa depan mereka. Sejak awal, kemampuan dan kompetensi siswa dipetakan melalui uji potensi dan tes kompetensi.

“Bahkan sudah diproyeksikan sampai mereka lulus, apakah akan lanjut ke perguruan tinggi atau dipersiapkan masuk dunia usaha. Ini benar-benar disiapkan untuk Generasi Emas 2045,” pungkasnya.

Dengan pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp50 miliar ini, Tuban menegaskan komitmennya menjadi daerah yang serius memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. (fah)

Populer Minggu Ini

Kisah Mas Mul, Seniman Tuban yang Menyulap Limbah Siwalan Jadi Karya Bernilai Tinggi

kabartuban.com - Ketika pandemi COVID-19 memaksa panggung musik mati...

Perkuat DTSN, Mensos Dorong Sekolah Rakyat di Tuban

kabartuban.com - Pemerintah pusat terus mematangkan pelaksanaan program Sekolah...

Jelang Ramadan, Polres Tuban Perketat Razia Miras demi Jaga Kamtibmas

kabartuban.com - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Polres Tuban...

Rapor Penilaian Rahasia, 39 Guru PPPK Tuban Terombang-ambing Tanpa Kejelasan

kabartuban.com - Nasib 39 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian...

Kasus PMK di Tuban Masih Ditemukan, Pemda Pastikan Penanganan Terkendali

kabartuban.com - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih ditemukan...

Artikel Terkait