kabartuban.com – Harga beras di sejumlah pedagang Kabupaten Tuban mulai merangkak naik di tengah kemarau panjang. Meski demikian, kenaikan tersebut belum membuat harga beras di pasaran menembus Harga Acuan Penjualan (HAP).
Kondisi itu terungkap saat Satgas Pangan Kabupaten Tuban melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang di Pasar Baru Tuban, Selasa (8/9/2026).
Sidak melibatkan sejumlah unsur, di antaranya kepolisian, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag), Bulog, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban.
Salah satu pedagang, Tutik, mengatakan harga beras di lapaknya saat ini berada di kisaran Rp14 ribu per kilogram untuk beras medium dan Rp15 ribu per kilogram untuk beras premium.
Harga tersebut naik sekitar Rp500 per kilogram dibandingkan sebelumnya. Beras medium yang semula dijual Rp13.500 per kilogram kini menjadi Rp14 ribu, sedangkan beras premium naik dari Rp14.500 menjadi Rp15 ribu per kilogram.
“Ada kenaikan sekitar lima ratus rupiah,” kata Tutik.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak lepas dari mulai berkurangnya pasokan beras dari pemasok. Kondisi itu terjadi di tengah kemarau panjang yang turut memengaruhi ketersediaan stok.
“Stoknya dari pemasok menurun,” ujarnya.
Meski stok dari pemasok berkurang, permintaan masyarakat terhadap beras disebut masih tetap tinggi. Kondisi tersebut kemudian ikut mendorong harga di tingkat pedagang.
Namun, Satgas Pangan Kabupaten Tuban memastikan kondisi harga di pasaran masih dalam batas kewajaran dan belum melampaui HAP.
Ketua Satgas Pangan Tuban, Ipda Febri Bachtiar Irawan, mengatakan dari hasil pemantauan, rata-rata pedagang menjual beras premium sekitar Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras medium berada di kisaran Rp13.500 per kilogram.
“Jadi masih sesuai HAP,” katanya.
Febri menjelaskan sidak dilakukan untuk memastikan tiga hal utama, yakni kualitas, ketersediaan stok, dan harga beras yang beredar di pasaran.
Dia mengakui adanya penurunan stok di tingkat pemasok. Namun, kondisi tersebut belum sampai mengganggu ketersediaan beras di Kabupaten Tuban.
“Jadi stoknya masih aman,” ujarnya.
Menurut Febri, kondisi stok beras di Tuban masih relatif aman karena daerah tersebut memiliki surplus pada masa panen sebelumnya. Cadangan tersebut dinilai masih mampu menopang kebutuhan masyarakat meski saat ini terjadi penurunan pasokan.
Pemantauan tidak berhenti di pasar tradisional. Satgas Pangan juga akan menyasar sejumlah toko modern, di antaranya Bravo dan Samudra Swalayan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan harga, kualitas, serta ketersediaan beras tetap terkendali di seluruh jalur perdagangan.
Dengan pemantauan tersebut, pemerintah berharap kenaikan harga yang mulai terasa di tingkat pedagang tidak berkembang menjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat. (fah)
