SBI Perkuat Fondasi Bisnis, Ekspor Semen ke AS Dibidik 450 Ribu Ton

kabartuban.com – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) memperkuat struktur kepemimpinannya di tengah upaya perusahaan memperluas pasar dan meningkatkan kinerja bisnis. Langkah tersebut ditandai dengan perubahan posisi Komisaris Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Fadlansyah Lubis dari jabatannya sebagai Komisaris Utama dan mengangkat Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak untuk menempati posisi tersebut.

Perubahan di jajaran komisaris ini menjadi bagian dari agenda SBI memperkuat fondasi organisasi sekaligus menjaga momentum transformasi bisnis perusahaan.

Corporate Communications Manager PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Novi Maryanti, mengatakan penguatan struktur organisasi diperlukan agar perusahaan semakin siap menghadapi dinamika industri bahan bangunan dan menangkap peluang pertumbuhan baru.

“Keputusan RUPSLB menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi organisasi untuk mendukung agenda transformasi Perseroan. Dengan fondasi yang semakin kuat, kami akan terus mengoptimalkan kapabilitas dan aset yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru,” ujar Novi.

Langkah tersebut berjalan beriringan dengan kinerja positif SBI hingga semester I 2026. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp5,5 triliun atau tumbuh 10,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan juga meningkat 4,31 persen menjadi Rp278 miliar. Sementara volume penjualan mencapai 6,10 juta ton, naik 6,9 persen secara tahunan.

Capaian tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk menggenjot bisnis pada paruh kedua 2026. SBI menetapkan tiga fokus utama, yakni meningkatkan keunggulan operasional (operational excellence), menjaga disiplin pengelolaan keuangan, serta memperluas basis pasar di dalam maupun luar negeri.

Di pasar domestik, perusahaan salah satunya berupaya memperkuat penetrasi di Jawa Barat melalui reaktivasi Semen Kujang. Sementara di pasar ekspor, SBI mulai membidik peluang yang lebih besar melalui pengiriman semen tipe khusus ke Amerika Serikat.

Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan ekspor semen tipe khusus ke Negeri Paman Sam mencapai 450 ribu metrik ton (MT).

Dalam strategi ekspansi tersebut, fasilitas produksi dan dermaga terintegrasi milik SBI di Tuban, Jawa Timur, menjadi salah satu penopang. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun dan diharapkan dapat meningkatkan utilisasi aset sekaligus membuka akses pasar internasional yang lebih luas.

Novi menegaskan perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan volume, tetapi juga berupaya memperkuat efisiensi dan produktivitas agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Ke depan, Solusi Bangun Indonesia akan memperkuat fokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional, optimalisasi proses dan aset, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan. Secara bersamaan, kami akan terus memperluas basis pasar, baik domestik maupun ekspor, untuk memperkuat daya saing dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.

Selain mengubah susunan pengurus, RUPSLB juga menyetujui penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait maksud, tujuan, dan kegiatan usaha.

Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), sekaligus menyelaraskan kegiatan usaha perusahaan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

RUPSLB turut memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui perubahan atau penyesuaian Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Persetujuan tersebut harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan Pemegang Saham Mayoritas.

Dengan perubahan struktur kepemimpinan, penguatan tata kelola, serta agenda ekspansi pasar yang terus berjalan, SBI menempatkan semester II 2026 sebagai momentum untuk memperkuat daya saing sekaligus mencari sumber pertumbuhan baru di tengah persaingan industri bahan bangunan yang semakin dinamis. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya