kabartuban.com – Bagi sebagian masyarakat Jawa, datangnya Bulan Suro sering dimaknai sebagai momentum untuk lebih berhati-hati dalam bertindak maupun bepergian. Terlepas dari berbagai kepercayaan yang berkembang, rentetan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Tuban dalam dua hari terakhir menjadi pengingat bahwa kewaspadaan di jalan raya tetap menjadi hal utama.
Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, sedikitnya tiga kecelakaan serius terjadi di sejumlah ruas jalan di Tuban. Empat orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Peristiwa paling tragis terjadi pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban. Sepeda motor Yamaha N-Max yang dikendarai Aditya (15), warga Kecamatan Palang, dengan dua penumpang, Rafa (16) dan Daniel (14), diduga kehilangan kendali hingga oleng ke kiri dan menabrak pohon di tepi jalan.
Benturan keras membuat Aditya terlempar ke jalur berlawanan dan kembali mengalami kecelakaan dengan sebuah truk tronton yang melaju dari arah timur ke barat.
Akibat kejadian tersebut, Aditya dan Rafa meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Daniel sempat mengalami luka-luka sebelum akhirnya dilaporkan meninggal dunia dalam perawatan medis.
Belum genap sehari berselang, kecelakaan kembali terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Merakurak–Kerek, Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak.
Sepeda motor Yamaha N-Max yang dikendarai Wawan Santoso (45) dengan penumpang Gugun Waluyo (42) diduga bergerak ke kanan hingga masuk lajur berlawanan dan bertabrakan dengan sebuah truk yang datang dari arah berlawanan.
Kedua pengendara motor mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di RSUD dr. Koesma Tuban.
Masih di kawasan yang sama, kecelakaan maut kembali terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Merakurak–Montong, Desa Tuwiri Kulon.
Korban bernama Sarji (66), seorang petani asal Kecamatan Kerek, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun saat berusaha mendahului dump truck di jalan menikung.
Saat mengambil jalur kanan, sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah Toyota Innova dari arah berlawanan. Setelah terpental, korban kembali terlindas jalur kendaraan lain hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Pengemudi Toyota Innova diketahui langsung meninggalkan tempat kejadian dan kini masih dalam proses penyelidikan petugas.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban IPTU Eko Sulistiono membenarkan bahwa belum ada 24 jam telah terjadi Kecelakaan di tiga lokasi yang berbeda di kabupaten Tuban, ia mengingatkan dalam peristiwa ini dapat menjadikan sebagai pengingat untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas.
” Dari hasil penanganan kecelakaan yang terjadi, faktor utama tetap berasal dari kelalaian manusia, seperti kehilangan kendali kendaraan, mengambil jalur berlawanan, maupun mendahului di lokasi yang tidak aman,” ujarnya.
Dalam momentum bulan suro ini Ia menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya tidak ditentukan oleh waktu atau bulan tertentu, melainkan oleh kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta kondisi pengendara saat berkendara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi fisik prima, menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan tidak memaksakan diri saat berkendara. Jangan sampai perjalanan yang seharusnya membawa pulang kebahagiaan justru berakhir menjadi duka bagi keluarga,” pungkasnya.
Rentetan kecelakaan yang terjadi menjelang pergantian bulan Jawa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga tentang kesadaran untuk selalu mengutamakan nyawa dibanding terburu-buru sampai tujuan. (fah)
