kabartuban.com – Cuaca panas masih berpotensi menyelimuti Kabupaten Tuban selama sepekan ke depan, mulai (18/10/2026). Kondisi yang cenderung cerah hingga berawan dengan minimnya peluang hujan menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Berdasarkan prakiraan cuaca wilayah Tuban, suhu udara diperkirakan mencapai 37 derajat celcius pada sejumlah hari. Kondisi tersebut berpotensi membuat aktivitas di luar ruangan terasa lebih terik, khususnya pada siang hari.
Minimnya hujan juga membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan munculnya kabut asap apabila terjadi kebakaran di lingkungan sekitar.
Kabut asap dapat mengganggu jarak pandang serta kualitas udara, terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi cuaca panas dan kering dapat meningkatkan kerentanan vegetasi yang mengering terhadap kebakaran. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di area yang memiliki banyak rumput dan semak kering.
Selain itu, masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas di tengah cuaca terik dengan mencukupi kebutuhan air minum dan membatasi paparan matahari secara langsung.
Apabila kabut asap muncul, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke permukiman, serta menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan orang yang sensitif terhadap kualitas udara, perlu mendapat perhatian lebih. Jika mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan, segera cari pertolongan medis.
Masyarakat dapat memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di https://www.bmkg.go.id/.
Sementara itu, informasi mengenai kualitas udara dan penanganan kebakaran perlu merujuk pada data instansi berwenang agar masyarakat memperoleh gambaran kondisi yang akurat. (meylia)
