kabartuban.com- Terdapat 17 dari 20 kecamatan di Kabupaten Tuban berpotensi longsor, tujuh diantaranya memilik potensi longsor yang sangat tinggi, seperti yang lansir oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, yang mana potensi longsor tersebut disebabkan adanya gerakan tanah akibat kontur tanah yang tidak stabil.
Kepala BPBD Tuan, Drs. Joko Ludiyono, M.Si menjelaskan, gerak dari tanah yang konturnya tidak stabil dapat perpotensi tanah longsor, serta lemahnya daya tahan tanah yang disebabkan faktor alam, seperti tergerus air, maupun aktifitas manusia yang kurang memperhatikan faktor kelestarian lingkungan.
“Aktifitas penambangan liar maupun eksploitasi tanpa mempertimbangkan faktor kelestarian lingkungan juga menjadi penyebab utama. Langkah Penanggulangan dapat dilakukan dengan melakukan reboisasi,” kata Joko.
Adapun wilayah atau kecamatan yang memiliki potensi longsor diantaranya Kecamatan Bancar, Jatirogo, Kenduruan, Bangilan, Tambakboyo, Singgahan, Palang, Plumpang, Jenu, Merakurak, sepuluh kecamatan ini memiliki potensi gerak tanah menengah. Sedangkan tujuh kecamatan lainya memiliki potensi gerak tanah menengah hingga tingg yakni, Kecamatan Senori, Kerek,Parengan, Grabagan, Montong, Soko dan Rengel.
Warga pada wilayah tersebut, dihimbau tetap waspada saat mengetahui gejala-gejala longsor, diantaranya muncul retakan tanah pada saat hujan, hanyutnya material tanah dan batu yang terbawa arus banjir dan sebagainya.
“Selalu waspada dan respon terhadap wilayah berpotensi gerakan tanah, dengan tanda-tanda ada keretakan atau banjir bandang yang membawa material tanah atau batuan,” himbau Joko. (Luk)
