kabartuban.com – Gerakan Rahayu Kompensasi Bayar (Gerah Kobar) berencana menggelar aksi kembali pada Senin (25/7/2016). Hal tersebut lantaran aksi yang telah digelar di Tapak Sumur Pad B, Kamis (21/7/2016) belum mendapat kejelasan dari pihak operator Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
“Kita akan lanjut lagi besok senin, kita tidak akan berhenti sebelum kompensasai dibayar,” terang Sukisno, selaku Kepala Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban kepada kabartuban.com, Jum’at (22/7/2016).
Sukisno melanjutkan, sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh JOB-PPEJ sesuai hasil kesepakatan Pemdes bersama JOB P-PEJ, hari ini pihak operator bakal menyampaikan hasil Riset Tim ITS soal Kompensasi.
“Kalau jadwalnya JOB-PPEJ harusnya sekarang menyampaikan hasil riset ke masayrakat yang terdampak,” tegasnya.
Dikatakan oleh Sukisno, pihaknya merasa kecewa karena aksi yang digelar masyarakat setempat tidak mendapat jawaban yang pasti dan hanya adu argumen saja.
“Sederhana, uang kompensasi cair tepat waktu, itu saja keinginan masyarakat” tutupnya.
Diketahui, warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban sebelumnya telah melakukan aksi dan sempat menutup akses Pad A dan Pad B Lapangan Mudi yang dikelola JOB PPEJ. Mereka menuntut perusahaan membayar kompensasi yang tidak diberikan selama 7 bulan terakhir. (har)

