kabartuban.com – Setiap bulan tujuh tahun Imlek, Umat Tri Dharma, Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, menggelar tradisi rebutan Buceng, Kamis (22/8/2019).
Ritual ini dengan tujuan mendoakan arwah yang tidak terawat oleh leluhur mereka. Namun, sebelum melakukan rebutan buceng, umat berdoa di altar utama (tempat sembahyang), dan dalamnya di sisipkan doa untuk perdamian Papua.
“Kita tadi juga berdoa untuk saudara kita di Papua. Semoga Negara Indonesia tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Gunawan Putra Wirawan, Ketua Kleteng Kwan Sing Bio.
Gunawan juga menambahkan, buceng yang persiapkan untuk ritual ini sekitar 1.500 bungkus. Yang di dalamnya terdapat nasi dan beberapa bahan makan lainnya, seperti kopi, gula dan jajanan lainnya.
“Buceng sumbangan dari umat sendiri,” tambahnya.
Lebih lanjut diterangkan, kalau tradisi sudah berlangsung sejak nenek moyang mereka. Sedangakan, kalau di Tuban sejak ratusan tahun yang lalu.
Sementara itu, warga yang iku berebut Sumarlik (50) dari Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban mengungkapkan, baru pertama kali mengikuti rebutan ini.
“Ini tadi di kasih tahu Pak RT, lalu kesini. Di dalam kresek (Plastik) ada juga jajan. Nanti mau di tak kasihkan cucu,” sambungnya.
Selain buceng, Klenteng juga membagikan beras sebanyak 2 ton, yang dikemas tiap satu bungkus plastik berisi dua kilogram beras, dan di bagikan ke 400 warga yang datang. (Dur/Rul)
