kabartuban.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, geliat penjualan hewan kurban di Kabupaten Tuban tidak seramai tahun sebelumnya. Sejumlah pedagang mengaku daya beli masyarakat mengalami penurunan sehingga berdampak pada penjualan kambing kurban tahun ini 2026.
Salah satunya dirasakan Agung (35), pedagang kambing di tepi Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban. Ia mengaku penjualan kambing kurban tahun ini turun sekitar 25 persen dibandingkan momen Iduladha tahun lalu.
“Kalau dibanding tahun kemarin memang menurun, sekitar 20 sampai 25 persen,” ujar Agung saat ditemui di lokasi lapaknya Senin, (25/05/2026)
Menurutnya, harga kambing menjelang Iduladha tahun ini juga mengalami kenaikan. Untuk kambing ukuran besar, harga kini berada di kisaran Rp5 juta per ekor, sedangkan sebelumnya hanya sekitar Rp3 – 4 juta.
“Yang standar sekarang sekitar Rp5 juta. Sebelumnya paling Rp3 jutaan,” katanya.
Meski begitu, Agung tetap menyediakan berbagai pilihan harga sesuai ukuran dan jenis kambing. Untuk ukuran kecil, harga kambing masih ada yang dijual mulai Rp2 juta per ekor.
Ia menduga lesunya penjualan hewan kurban tahun ini dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil. Kendati demikian, kambing yang dijual di lapaknya tetap habis terjual.
Sejak mulai berjualan pada 16 Mei 2026 lalu, Agung mengaku telah menjual sekitar 60 ekor kambing. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mampu menembus lebih dari 100 ekor.
“Kalau dulu bisa lebih dari 100 ekor. Sekarang sekitar 60-an ekor saja,” ungkapnya.
Agung menjelaskan mayoritas pembeli berasal dari wilayah Tuban dan sekitarnya. Penjualan dilakukan secara langsung di pinggir jalan dengan mengandalkan pembeli yang melintas.
“Rata-rata orang Tuban sini yang beli. Jualannya ya langsung di jalan, orang lewat lihat terus mampir,” tuturnya.
Adapun jenis kambing yang dijual didominasi kambing Jawa Randu dan beberapa jenis lainnya yang didatangkan dari peternak lokal. (fah)
