kabartuban.com – Dugaan kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan operasional PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban. Seorang pekerja dari perusahaan vendor PT Swabina mengalami luka bakar serius setelah terjadi insiden saat melakukan pekerjaan perawatan instalasi Unit Switchgear Medium Voltage (MV) dan Transformer (trafo) di area Electrical Room (ER) Tuban 3-4, Senin (6/7/2026).
Korban diketahui bernama Sukarno, warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban bersama seorang rekan kerjanya tengah melaksanakan pekerjaan preventive maintenance pada unit switchgear MV dan transformator sesuai jadwal pemeliharaan.
Pekerjaan awal berlangsung normal. Keduanya membuka bagian depan panel untuk mengeluarkan komponen yang akan diperiksa. Namun situasi berubah ketika pemeriksaan berlanjut ke bagian belakang panel, tepatnya pada jalur kabel utama atau busbar.
Diduga tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan pengawas pekerjaan, korban membuka penutup jalur incoming 547. Karena mengira instalasi tersebut sudah bebas tegangan, korban kemudian memasang kabel grounding. Padahal, jalur tersebut diduga masih dialiri listrik bertegangan tinggi.
Kontak dengan arus listrik memicu ledakan yang menghanguskan sebagian panel listrik. Insiden tersebut juga menyebabkan pasokan listrik menuju Gardu Induk Tuban 4 sempat terputus.
Akibat ledakan itu, Sukarno mengalami luka bakar sekitar 25 persen pada beberapa bagian tubuh. Korban dalam kondisi sadar saat dievakuasi sebelum akhirnya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD NU Tuban untuk menjalani penanganan medis.
Informasi awal yang diperoleh menyebutkan, dugaan penyebab kecelakaan mengarah pada tindakan yang dilakukan tanpa prosedur koordinasi dengan pengawas serta penggunaan alat pelindung diri (APD) yang diduga belum memenuhi standar pekerjaan berisiko tinggi, termasuk pakaian pelindung arc flash.
Di sisi lain, peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi dari pihak perusahaan. Hingga berita ini ditulis, manajemen SIG Tuban belum memberikan penjelasan rinci terkait kronologi maupun kondisi terkini korban.
Senior Manager Corporate Communication PT SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, mengaku belum memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut.
“Maaf saya tidak copy (monitor), Mas,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi salah satu awak media lokal Tuban melalui pesan singkat.
Belum adanya keterangan resmi juga diakui pihak kepolisian. Kapolsek Kerek, Iptu Kastur, mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan kecelakaan kerja tersebut sehingga belum dapat memastikan lokasi kejadian masuk dalam wilayah hukumnya.
“Kami hingga saat ini belum menerima informasi maupun laporan terkait peristiwa itu. Kami juga belum bisa memastikan lokasi kejadiannya masuk wilayah hukum Polsek Kerek atau wilayah hukum lain,” ujarnya.
Ia menyarankan agar konfirmasi juga dilakukan kepada pihak perusahaan guna memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai insiden tersebut.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, menyatakan akan menindaklanjuti informasi yang beredar.
“Coba saya cek dulu ya, Mas,”katanya.
Hingga Senin petang, belum ada keterangan resmi dari SIG mengenai hasil evaluasi internal maupun langkah penanganan pascakecelakaan. Kondisi tersebut membuat penyebab pasti insiden serta penerapan prosedur keselamatan kerja di lokasi masih menjadi perhatian publik.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya disiplin terhadap prosedur keselamatan kerja, khususnya pada pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi listrik bertegangan tinggi. Di sisi lain, keterbukaan informasi dari perusahaan juga dinilai penting agar setiap insiden dapat diinvestigasi secara objektif dan menjadi bahan evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang. (fah)
