kabartuban.com – Tak semua atlet langsung menemukan cabang olahraga yang tepat sejak awal. Hal itu juga dialami empat pelajar asal Tuban ini. Mereka sempat menekuni cabang olahraga berbeda, mulai dari lari, senam lantai hingga basket. Setelah berpindah cabang olahraga, mereka justru menemukan potensinya di angkat berat dan berhasil membawa pulang delapan medali dari Kejurprov Angkat Berat Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Grand City Mall Surabaya pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Keempat siswa yang merupakan pelajar dari SMAN 2 Tuban tersebut berhasil membawa pulang total delapan medali, terdiri dari empat emas dan empat perunggu. Dua medali emas masing-masing diraih Alivia Monica Ruliana Putri, siswi kelas XI I, dan Aura Rachma Fauziyah, siswi kelas X F. Keduanya sama-sama meraih dua emas pada nomor subtotal dan total.
Alivia meraih dua emas di kelas 63 kilogram putri, sedangkan Aura menyabet dua emas di kelas 47 kilogram putri. Bagi Alivia, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang telah dijalaninya sejak berusia 13 tahun. Sebelum menekuni angkat berat, ia sempat mengikuti atletik nomor lari. Namun, karena merasa tidak mengalami perkembangan, ia kemudian mencoba angkat berat atas arahan pamannya.
“Awalnya saya ikut atletik di lari, tapi tidak ada kemajuan. Kebetulan paman saya punya kenalan pelatih angkat berat, jadi diarahkan ke sana,” ujar Alivia.
Setelah mencoba dan mempelajari teknik angkat berat, Alivia merasa memiliki potensi di cabang tersebut. Ia kemudian mengikuti kompetisi pertamanya pada 2023 dan berhasil meraih medali perunggu.
Sementara Aura sebelumnya menekuni senam lantai. Setelah beberapa kali mengikuti perlombaan tanpa hasil yang diharapkan, ia kemudian mendapat tawaran untuk mencoba angkat berat.
“Dulu awalnya saya ikut tetangga senam lantai. Ikut lomba tapi tidak pernah menang karena kurang berpengalaman. Terus saya ditawari untuk ikut angkat berat. Lama-lama ternyata seru, jadi saya pindah ke angkat berat,” ungkap Aura.
Selain Alivia dan Aura, dua siswa SMAN 2 Tuban lainnya juga berhasil meraih medali perunggu. Keduanya yakni Alfian Tsaqib Ardani dari kelas X-E dan Margaretha Gracella Augterin dari kelas XI-E. Masing-masing meraih dua medali perunggu.
Alfian mulai menekuni angkat berat setelah diajak temannya berlatih. Sementara Margaretha sebelumnya aktif di olahraga basket sejak kelas 4 hingga kelas 9 sebelum akhirnya mencoba angkat berat atas dorongan sang ayah.
Keempat siswa tersebut berlatih di tempat yang sama bersama satu pelatih. Latihan dilakukan secara rutin meski tidak sedang menghadapi kompetisi. Menjelang Kejurprov, intensitas latihan ditingkatkan menjadi dua kali sehari, yakni pagi dan sore, dengan frekuensi hingga enam kali dalam sepekan.
Untuk latihan angkat berat, SMAN 2 Tuban memang belum memiliki ekstrakurikuler khusus karena keterbatasan peralatan. Pembinaan dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak ketiga. Salah satu guru SMAN 2 Tuban, M. Eko Ari Susanto, mengatakan sekolah tetap mendukung siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga.
“Ada ekstrakurikuler atlet, akan tetapi untuk ekstrakurikuler angkat berat belum ada karena keterbatasan alat. Jadi untuk pelatihan kita bekerja sama dengan pihak ketiga,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan oleh Novis Eka Prayudha, S.Pd., yang juga guru di SMAN 2 Tuban bahwa seluruh latihan angkat berat dilakukan di GOR karena sekolah belum memiliki peralatan yang memadai.
“Untuk latihan karena kita memiliki keterbatasan alat, jadi untuk keseluruhan latihannya ada di GOR,” ungkapnya.
Meski latihan dilakukan di luar sekolah, prestasi para siswa mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Capaian tersebut juga menjadi motivasi bagi keempatnya untuk terus mengembangkan kemampuan.
Aura menargetkan dapat mengikuti kompetisi tingkat nasional, termasuk PON, serta mempertahankan medali emas yang telah diraihnya. Sementara Alfian berharap dapat meningkatkan raihan perunggu menjadi emas pada kompetisi berikutnya.
Keempat siswa tersebut juga berharap dapat terus berkembang hingga menjadi atlet angkat berat profesional dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. (Anggie)
