kabartuban.com – Sebanyak 75 penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya dibatalkan pada Minggu (6/9/2026). Pembatalan tersebut merupakan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi operasional sejumlah bandara di Indonesia.
General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan dari total penerbangan yang dibatalkan, sebanyak 37 merupakan penerbangan keberangkatan dan 38 penerbangan kedatangan.
Menurutnya, pembatalan penerbangan di Juanda merupakan dampak berantai akibat penyesuaian operasional di sejumlah bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Radin Inten II Lampung.
Seluruh penerbangan yang terdampak di Bandara Juanda melayani rute dari dan menuju sejumlah bandara tersebut.
Pihak Bandara Juanda kemudian mengaktifkan layanan
service recovery bagi penumpang yang terdampak pembatalan. Layanan tersebut berupa penyediaan makanan ringan dan minuman.
Selain itu, sejumlah petugas Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service disiagakan di area terminal untuk membantu dan memberikan informasi kepada penumpang.
Tohir mengimbau calon penumpang untuk terus memantau perkembangan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun Contact Center Angkasa Pura Indonesia 172.
“Kami imbau penumpang untuk terus memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau Contact Center Angkasa Pura Indonesia 172,” ujar Tohir.
Pihak Bandara Juanda menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Otoritas bandara juga menegaskan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas dalam penyesuaian operasional penerbangan. (meylia)
