Rupiah Melemah, Harga Bahan Baku Jadi Perhatian UMKM Tuban

kabartuban.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian pelaku usaha menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI). Pada perdagangan Selasa (22/9/2026), rupiah dibuka kisaran Rp17.876 per dolar AS, melemah dibandingkan penutupan sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi saat pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan berlangsung 22-23 September 2026.

Di tingkat daerah, pergerakan rupiah dapat menjadi perhatian terutama bagi pelaku usaha yang menggunakan bahan baku, produk, atau perlengkapan yang berkaitan dengan barang impor. Perubahan kurs dapat mempengaruhi biaya pengadaan apabila harga barang atau bahan tersebut menggunakan acuan dolar AS.

Kondisi tersebut bisa dirasakan secara berbeda oleh pelaku UMKM di Kabupaten Tuban. Bagi usaha yang seluruh bahan bakunya berasal dari dalam negeri, dampak langsung pelemahan rupiah bisa relatif terbatas. Namun, usaha yang menggunakan bahan baku atau produk dari luar negeri dapat menghadapi perubahan biaya ketika nilai tukar bergerak.

Salah satu pelaku UMKM di Tuban, Indah, mengatakan “kalau untuk bahan baku utama buat warung, yang naik saat ini minyak dan beras,” ujarnya.

Selain bahan baku, perubahan nilai tukar juga dapat berpengaruh terhadap biaya distribusi maupun harga barang tertentu. Namun, besarnya dampak terhadap harga ditingkat konsumen tidak selalu terjadi secara langsung karena bergantung pada jenis barang, stok yang tersedia, dan kebijakan harga masing-masing pelaku usaha.

Sementara itu, Bank Indonesia sebelumnya mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen pada RDG Agustus 2026. Keputusan September akan menjadi perhatian pasar karena berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya