kabartuban.com – Proses seleksi pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Tuban mulai memasuki tahapan ujian. Ribuan calon perangkat desa dijadwalkan mengikuti tes tulis pada pertengahan November 2026. Seleksi tersebut menjadi tahapan penting untuk menentukan calon aparatur desa yang akan mengisi sejumlah jabatan kosong di wilayah Kabupaten Tuban.
Pelaksanaan seleksi dilakukan untuk menjaring calon perangkat desa yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai kebutuhan pemerintahan desa. Sejumlah kecamatan juga mulai mempersiapkan peserta melalui sosialisasi dan simulasi ujian agar pelaksanaan seleksi berjalan lancar.
Salah satu pelaksanaan seleksi yang telah dipersiapkan terlihat di Kecamatan Plumpang. Sebanyak 147 calon perangkat desa mengikuti sosialisasi dan simulasi ujian di Gedung Serba Guna Desa Klotok, Selasa (27/10/2026). Mereka akan memperebutkan delapan jabatan kosong yang tersebar di lima desa.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kecamatan Plumpang, ujian dijadwalkan berlangsung pada 18 November 2026 di kampus Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Dalam pelaksanaannya, Unair melalui Airlangga Assessment Center (AAC) ditunjuk sebagai pihak ketiga untuk menyelenggarakan seleksi.
Ujian tersebut terdiri atas dua tahapan, yakni ujian tulis berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan ujian praktik komputer. Pada ujian tulis, peserta harus mengerjakan 125 soal dalam waktu 150 menit. Sementara itu, ujian praktik komputer terdiri atas 10 soal dengan alokasi waktu 30 menit. Total nilai maksimal yang dapat diperoleh peserta adalah 100.
Camat Plumpang Saefiyudin menyampaikan bahwa seleksi kali ini menjadi momentum penting karena merupakan gelombang terakhir yang menggunakan aturan saat ini. Pada tahun mendatang, skema ujian perangkat desa direncanakan mengalami perubahan seiring pembaruan Peraturan Bupati (Perbup), dengan format yang menyerupai seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Ia meminta para peserta memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri. Menurutnya, hasil seleksi harus ditentukan berdasarkan kemampuan masing-masing peserta.
Pihak Unair juga mengingatkan peserta agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Sistem teknologi dan keamanan ujian telah dirancang untuk mencegah praktik kecurangan maupun intervensi.
Melalui proses seleksi tersebut, diharapkan pengisian jabatan perangkat desa dapat berjalan transparan, objektif, dan menghasilkan aparatur yang kompeten serta berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (meylia)
