kabartuban.com – Di bawah kepemimpinan AKP. Eko Iskandar, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tuban terus berupaya untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Bumi Wali. Terbukti, yang tadinya menduduki peringkat pertama di Jawa Tmur, saat ini angka laka lantas di Tuban sudah menurun ke posisi 5.
Kendati demikian, Satlantas Polres Tuban tetap berupaya keras dengan meningkatkan langkah-langkah preventif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tuban..
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan media ini, pada tahun 2015 jumlah kasus laka lantas sebanyak 1.065 kejadian, dengan rincian meningal dunia 202 orang, luka berat 45, sementara luka ringan 1407, dan saat itu angka kecelakaan di Tuban menduduki peringkat kedua di jawa Timur.
Kemudian pada tahun 2016 kecelakan lalu lintas meningkat menjadi 1.502 kejadian, meningal dunia 232, luka berat 28 dan luka ringan 2.188, dan angka kecelakaan lalu lintas di Tuban menduduki peringkat pertama di Jawa Timur.
Sedangkan selama 2017 terhitung Januari sampai April, kasus kecelakaan sebanyak 376 kejadian, meninggal dunia 47, luka berat 6 dan luka ringan 582, dan saat ini angka kecelakaan di Tuban turun pada posisi kelima di Jawa Timur. Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Satlantas Polres Tuban, diharapkan sepanjang tahun 2017 ini angka tersebut dapat terus ditekan dan meminimalisir kejadian laka lantas di Tuban.
Kasat Lantas Polres Tuban, AKP. Eko Iskandar mengatakan, Secara umum, tak bisa dipungkiri jika kini tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas yang ada mulai membaik, seperti yang ada di kecamatan Tuban. Hanya saja, dia menyayangkan, di luar kecamatan kota masih belum ada peningkatan signifikan kepatuhan para pengendara tersebut.
“Jika mereka sudah memasuki ke zona tertib lalu lintas, para pengendara tetap tertib. Maka ke depan, kami berupaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tuban dengan membentuk tim khusus. Dua tim Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan sosialisasi dengan terjun langsung ke masyarakat dan untuk penindakan,” terang Kasat lantas, Rabu (31/5/2017).
Menurutnya, program Sat lantas Grebek Desa yang telah dilakukan sejak awal tahun 2017 ini terbilang efektif, terbukti dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas dari peringkat 1 hingga ke posisi 5. (dur)
