kabartuban.com – Membangun generasi berkualitas tidak cukup hanya dengan pendidikan di sekolah. Lingkungan keluarga dan pola pengasuhan sejak usia dini menjadi fondasi penting yang turut menentukan tumbuh kembang, karakter, hingga kesehatan mental seorang anak.
Kesadaran tersebut mendorong PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban memperkuat edukasi pengasuhan anak melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Kegiatan yang dikemas dalam seminar parenting dan peningkatan kapasitas pengelola Tempat Penitipan Anak (TPA) itu digelar di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Selasa (21/7/2026).
Sebanyak 75 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kalangan pembina dan pengasuh TPA, Tim Pendamping Keluarga, Duta Generasi Berencana (Genre), perwakilan Pusat Kegiatan Masyarakat (PKM), hingga komunitas perempuan di lingkungan SBI.
Para peserta mendapat pembekalan dari psikolog mengenai pola pengasuhan positif, kesehatan mental anak, komunikasi efektif dalam keluarga, serta cara menciptakan ruang belajar dan bermain yang aman untuk mendukung tumbuh kembang anak.
General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Tuban, M. Yunani Rizzal, mengatakan pengasuhan menjadi salah satu fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan.
Menurutnya, orang tua, pengasuh, dan tenaga pendidik memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Karena itu, peningkatan kapasitas mereka menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Orang tua, pengasuh, dan tenaga pendidik memiliki peran yang sangat menentukan dalam membentuk karakter anak. Melalui program TAMASYA, kami ingin mendukung terciptanya lingkungan pengasuhan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan perundungan,” ujar Rizzal.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas keluarga bukan hanya berdampak pada anak saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Kami percaya bahwa penguatan kapasitas keluarga merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, dr. Atiek Supartiningsih, menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem pengasuhan anak di masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari lingkungan paling dekat dengan anak, yakni keluarga.
“Pembangunan sumber daya manusia dimulai dari keluarga. Edukasi kepada orang tua dan para pengasuh menjadi langkah penting untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pengasuhan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang,” kata Atiek.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam program TAMASYA dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengasuhan yang berkualitas sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berdaya saing.
Melalui program tersebut, SBI bersama pemerintah daerah berupaya mendorong peningkatan kualitas layanan pengasuhan anak, termasuk menciptakan Tempat Penitipan Anak yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Kolaborasi itu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun tempat pengasuhan, sehingga anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi SBI dalam pembangunan sosial di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya melalui penguatan kualitas hidup keluarga, pendidikan, serta perlindungan dan kesejahteraan anak. (fah)
