kabartuban.com – Berawal dari hobi membuat kerajinan tangan, Dara Apriliana (41), pemilik Rayacraft, berhasil mempertahankan usaha kerajinan handmade selama 16 tahun. Berlokasi di Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Rayacraft memproduksi berbagai aksesori seperti bros, cincin, gelang, dan kerajinan handmade lainnya.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada Rabu (12/82026), Dara mengungkapkan bahwa Rayacraft mulai dirintis sejak 2010. Usaha tersebut berawal dari hobinya membuat kerajinan saat sedang mengambil cuti dari pekerjaan. Dari kegiatan yang awalnya dilakukan untuk mengisi waktu luang, ia kemudian berinisiatif mengembangkannya menjadi sebuah usaha.
“Awal mula membangun bisnis ini karena hobi. Dulu pada saat cuti kerja, saya berinisiatif untuk membuat kerajinan,” ujar Dara.
Menurut Dara, proses pembuatan kerajinan handmade cukup rumit karena membutuhkan ketelitian dan kreativitas. Namun, pekerjaan tersebut akan terasa lebih mudah setelah terbiasa. Prosesnya diawali dengan menentukan ide produk yang ingin dibuat, seperti bros atau gelang. Setelah itu, bahan dan alat disiapkan sebelum seluruh bagian dirangkai secara manual.
Dari berbagai produk yang dibuat, hampir semuanya diminati pelanggan. Namun, salah satu produk yang menjadi best seller Rayacraft adalah bros dagu. Pelanggannya mayoritas berasal dari wilayah Tuban, meski pesanan juga datang dari daerah lainnya.
Untuk memasarkan produknya, Dara memanfaatkan media sosial serta promosi dari teman dan tetangga. Pesanan biasanya meningkat pada momen tertentu, salah satunya menjelang perayaan Agustusan. Ia juga pernah menerima pesanan souvenir untuk acara pernikahan hingga sekitar 400 buah.
“Pesanan paling banyak biasanya bros untuk acara Agustusan. Pernah juga mendapat pesanan buat souvenir wedding sekitar 400 pcs,” ungkapnya.
Dalam menjalankan usahanya, proses produksi masih dikerjakan sendiri. Namun, ketika mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak, Dara dibantu oleh saudara. Hal tersebut dilakukan karena pembuatan produk handmade membutuhkan waktu, ketelitian, dan kreativitas, mengingat setiap produk dikerjakan secara manual.
Tantangan lain yang dihadapi Dara adalah mencari bahan baku berkualitas dan memperluas pemasaran. Ia juga harus membagi waktu antara proses produksi, pemasaran, dan melayani pesanan. Bahan yang digunakan Rayacraft di antaranya manik-manik dan batik khas Tuban.
Produk Rayacraft dijual dengan harga mulai dari sekitar Rp10 ribu. Sementara itu, pendapatan setiap bulannya tidak menentu. Dara mengatakan, pendapatan usahanya pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, ketika pesanan sedang sepi, Dara tidak membiarkan waktunya berlalu begitu saja. Ia memanfaatkannya untuk melakukan evaluasi, mencari ide produk baru, serta menyiapkan stok barang agar lebih siap ketika kembali mendapatkan pesanan.
Selain menjalankan usaha, Rayacraft juga beberapa kali mengikuti kompetisi UMKM dan berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan. Salah satunya adalah Juara III UMKM Award yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Tuban.
Setelah 16 tahun berjalan, Dara berharap Rayacraft dapat terus bertahan dan berkembang. Ia juga ingin produknya bisa menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di wilayah Tuban.
“Harapannya tetap bertahan, berkembang, dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bukan hanya di Tuban saja. Semoga juga bisa bermanfaat atau menjadi motivasi untuk orang lain,” pungkasnya. (Anggie)
