Bercita-cita Jadi Guru, Gadis ini Sempat Tak Sekolah Demi Sang Nenek

Kabartuban.com – Diah Ayu Almanda (12), gadis cilik asal Desa Sumberejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, terpaksa harus merelakan pendidikannya tertunda serta kesempatan bermain bersama teman-teman seusianya.

Tidak hanya kemiskinan yang membuat gadis cilik ini harus putus sekolah, sejak orang tuanya bercerai beberapa tahun lalu, Almanda panggilan akrabnya, tidak diurus oleh orang tuanya, dan sejak saat itu ia tiggal bersama Lasminah (80) sang nenek di rumah yang jauh dari kata layak.

Hidup bersama sang nenek yang sudah lanjut usi dengan kondisi tuna netra serta sudah pikun, membuat Almanda memilih tidak bersekolah demi merawat dan menjaga sang nenek.

“Di sini hanya bersama nenek, saya yang merawat, nenek saya ini amnesia dan yang merawat juga saya sendiri,”  kata Almanda (13/03/2017).

Sejak tiga tahun silam, Almanda tinggal bersama neneknya di rumah kecil dan sangat kekurangan. Di usianya yang masih sangat dini ini, Almanda merawat kebutuhan neneknya dan mengurus semua pekerjaan sehari-hari di rumahnya.

Sejak pagi Almanda harus memasak, menyuapi neneknya, mencuci baju hingga memandikan sang nenek tercinta.

“Tidak tega meninggalkan nenek saya sendirian di rumah, makanya saya tidak sekolah,” lanjut gadis polos yang bercita-cita menjadi Guru.

Almanda, sudah tidak bersekolah selama tiga tahun terakhir, untunglah  berkat dukungan perangkat desa dan pihak sekolah, Almanda sejak sepekan terakhir telah kembali bersekolah.

Setelah berhenti sekolah selama tiga tahun, kini gadis kecil tersebut kembali mengulang kelas 3 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumberejo, Kecamatan Merakurak, Tuban yang dahulu pernah dia tinggalkan.

“Kami dari perangkat desa dan Bhabinkamtibmas desa sudah melakukan upaya bagaimana untuk Almanda ini bisa sekolah kembali. Dan alhamdulillah sejak satu minggu yang lalu Manda sudah kembali sekolah dan untuk biayanya ataupun kebutuhan sekolahnya ditanggung desa,” terang Amri Ma’ruf, Kepala Desa Sumberejo (13/03/2017).

Sementara itu, untuk kebutuhan makan sehari-hari Almanda bersama neneknya yang sudah usia lanjut itu dibantu oleh tetangga dan warga sekitar ditempat Almanda dan neneknya tinggal. (Luk)

Populer Minggu Ini

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Puasa 1447 H di Tuban Menanti Sidang Isbat

kabartuban.com - Upaya penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di...

Hilal Diprediksi di Bawah Ufuk, Tuban Siapkan Pemantauan di Menara Banyuurip

kabartuban.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Menara Banyuurip...

Pembelajaran Ramadan 2026 Diatur Pemerintah, Fokus Penguatan Karakter dan Nilai Spiritual Siswa

kabartuban.com - Bulan Ramadan tidak hanya menghadirkan suasana khusyuk...

Tiga Barongsai Semarakkan Imlek di Kwan Sing Bio Tuban, Warga Padati Area Klenteng

kabartuban.com - Suara tabuhan tambur menggema, disusul sorak sorai...

Khidmat Sambut Imlek, Umat Padati Dua Kelenteng Bersejarah di Tuban

kabartuban.com – Di tengah wangi dupa yang mengepul dan...

Artikel Terkait