kabartuban.com – Nelayan dan masyarakat pesisir Kabupaten Tuban diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang akhir pekan ini. Selain fenomena bediding yang membuat suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya, tinggi gelombang laut di perairan Tuban juga diprediksi mengalami peningkatan.
Pantauan di kawasan gardu laut Tuban, Rabu (3/6/2026) siang, menunjukkan ombak mulai terlihat cukup kuat menghantam dinding pembatas pantai.
Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) BMKG Kelas III Tuban, Moch. Nur, mengatakan kondisi perairan Tuban dalam dua hari ke depan masih tergolong aman. Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kategori rendah, yakni antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Namun demikian, kondisi tersebut diprediksi berubah mulai 5 hingga 6 Juni mendatang. BMKG memperkirakan tinggi gelombang meningkat ke kategori sedang dengan kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.
“Ada sedikit peningkatan level gelombang menjadi kategori sedang yang diprediksi terjadi pada tanggal 5 dan 6 Juni,” ujar Nur.
Menurutnya, tinggi rendahnya gelombang laut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kecepatan dan durasi angin yang bertiup di atas permukaan laut, kondisi topografi dasar laut, hingga pengaruh gravitasi yang memicu pasang surut air laut.
Menyikapi prakiraan tersebut, BMKG mengimbau para nelayan agar tidak mengabaikan informasi cuaca sebelum melaut. Pemeriksaan kondisi kapal dan alat keselamatan juga harus menjadi prioritas sebelum berangkat berlayar.
“Sebelum berangkat berlayar, pastikan kembali kelayakan kapal, fungsi alat keselamatan, serta kesiapan kondisi fisik awak kapal,” tegasnya.
Menariknya, peningkatan gelombang laut ini terjadi bersamaan dengan fenomena bediding yang mulai dirasakan masyarakat Tuban sejak akhir Mei lalu. Fenomena yang lazim muncul pada awal musim kemarau itu menyebabkan suhu udara malam hingga pagi hari turun lebih rendah dibandingkan kondisi normal.
Jika biasanya suhu minimum di wilayah pesisir Tuban berkisar antara 25 hingga 27 derajat Celsius, saat ini suhu dapat turun hingga 21 sampai 25 derajat Celsius.
“Berdasarkan data pengamatan kami, fenomena ini sudah mulai terasa sejak minggu terakhir bulan Mei,” ungkap Nur.
BMKG memprediksi suhu dingin tersebut masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Bahkan, kondisi berpotensi semakin terasa saat puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang.
Dengan kombinasi suhu yang semakin dingin dan gelombang laut yang mulai meninggi, masyarakat pesisir diminta lebih memperhatikan perkembangan cuaca agar aktivitas di laut tetap berlangsung aman. (fah)

