kabartuban.com – Musim kemarau yang berlangsung di Kabupaten Tuban tidak selalu membuat petani padi mengalami penurunan pendapatan. Sejumlah petani justru mampu memperoleh hasil panen maksimal, ditopang harga jual padi yang masih tinggi di tingkat petani.
Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani. Meski harus menghadapi tantangan pengairan selama musim kemarau, hasil panen yang diperoleh masih mampu menutup biaya produksi sekaligus memberikan keuntungan.
Salah satu petani padi di Kabupaten Tuban, Taufik mengatakan, hasil panen musim ini tergolong baik. Dalam satu hektar lahan, produksi yang diperoleh mencapai tujuh ton padi, Selasa (29/9/2026).
Selain produktivitas yang masih terjaga, harga padi juga menjadi salah satu faktor yang membuat petani tetap memperoleh keuntungan. Saat ini, padi milik petani dihargai sekitar Rp8.000.000,00 per satu ton.
Harga tersebut dinilai cukup membantu petani menghadapi biaya produksi, terutama kebutuhan pupuk, obat-obatan, tenaga kerja, hingga pengairan yang dapat meningkat ketika memasuki musim kemarau.
Dengan hasil panen sekitar tujuh ton per hektar dan harga jual Rp8.000.000,00 per ton, petani dapat memperoleh omset sekitar Rp56.000.000,00 dalam satu kali panen.
Kondisi harga padi tersebut tidak terlepas dari tingginya harga beras di pasaran. Harga beras yang masih relatif tinggi membuat nilai padi di tingkat petani tetap terjaga.
Bagi petani, harga jual padi menjadi faktor penting untuk menentukan apakah satu musim tanam memberikan keuntungan atau justru kerugian. Terlebih, musim kemarau membuat kebutuhan pengairan dan sejumlah biaya produksi berpotensi meningkat.
Meski demikian, petani berharap harga padi tetap stabil dan tidak jatuh saat memasuki masa panen berikutnya. Stabilnya harga dinilai penting agar pendapatan petani tetap sebanding dengan biaya yang dikeluarkan selama proses budidaya.
Panen padi di tengah kemarau dengan hasil yang tetap maksimal sekaligus harga padi yang terjaga menunjukkan bahwa kondisi musim tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan petani. Bagi petani Tuban, produktivitas lahan dan kepastian harga jual menjadi dua faktor utama untuk menjaga usaha pertanian tetap menguntungkan. (meylia)
