Harga Merangkak Naik, Petani Cabai Girang

257
lomboklarang
foto ilustrasi tempo.co

kabartuban.com – Melonjaknya harga cabai di sejumlah daerah, juga terjadi di Bumi Ronggolawe. Bersamaan dengan santernya wacana kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), harga cabai terus merangkak naik. Jika sebelumnya berada pada kisaran 14.000 rupiah, kemudian menanjak pada angka 27.000 rupiah, maka hari ini harga meroket pada titik 43.000 rupiah, Senin (10/11/2014).

Meskipun tidak sama antara satu pedagang dan yang lainnya, namun pantauan wartawan media ini menyebutkan bahwa harga cabai di pedagang rata – rata sudah di atas 40.000 rupiah. Seorang pedagang di pasar baru Tuban mengatakan, “Naik, cukup lumayan tinggi. Saya beli sudah hampir 40.000 rupiah, dan mestinya saya jual di atas itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sutomo mengatakan bahwa jumlah pembelian cabai otomatis menurun. Kalau untuk pengusaha makanan yang memang membutuhkan cabai dengan kubutuhan yang pasti, mereka akan tetap membeli meskipun dirasa berat. Namun untuk konsumen rumahan, kebanyakan mengurangi jatah belanja cabainya. “Sangat berat mas, tapi masyarakat sepertinya sudah tidak kaget lagi dengan naik turunya harga cabai,” pungkasnya.

Sementara itu, perasaan yang berbeda ditunjukan oleh petani cabai di desa. Naiknya harga cabai ini menjadi berkah tersendiri buat mereka. Salah satunya adalah Samidi, warga Desa Sumberjo Tuban. Ditemui di desanya Samidi mengatakan, “Kalau cabai harga bagus seperti ini, kami jadi semangat untuk menanam dan merawat tanaman cabai kami. Alhamdulillah, pas harga bagus, pas banyak yang bisa dipanen,” tuturnya.

Terkait dengan rencana kenaikna harga BBM, banyak pihak mengatakan bahwa naiknya harga cabai bukan semata – mata karena adanya rencana kenaikan harga BBM. Namun karena memang komoditi cabai sedang berkurang stoknya di pasar, dan hal ini sudah seringkali terjadi. (im)