HMI Tuban Tuntut Bupati Wakil Bupati dan Presiden Turun Dari Jabatannya

341

Ilsutrasi-Demo-HMI-2xx32cdeg1wl4ols37gkqykabartuban.com – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, yang jatuh pada hari ini, diwarnai aksi demo sejumlah elemen organisasi kemahasiswaan yang ada di Tuban.

Tidak terkecuali sejumlah kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Cabang Tuban, yang mengelar aksinya didepan gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, tepatnya dijalan Kartini Tuban

Sejumlah mahasiswa tersebut menyerukan agar Bupati Tuban Fathul Huda dan Wakil Bupati, serta Presiden RI Jakowi untuk segera turun dari jabatannya, yang dinilai gagal mengemban amanat rakyat.

“Kami menuntut agar Huda Noor turun dari jabatannya, karena tiga aspek, pertama, dari segi infrastruktur meski Pemkab sering mendapatkan penghargaan tingkat nasional tapi realitanya tidak ada, masih banyak jalan yang berlobang, Kedua kami menuntut adanya perombakan reformasi birokrasi, ketiga, penyaluran dana harus sesuai undang-undangnya” terang Candra Kusuma, Bidang HAM dan Lingkungan Hidup, HMI Cabang Tuban disela-sela aksi demo. Rabu (20/05/15).

Lebih lanjut Candra mengungkapkan terkait tuntutan mereka terhadap pemerintah pusat, pihaknya menilai Presiden RI, Joko Widodo, harus bertanggung jawab, atas kisruh politik serta kestabilan ekonomi, naik turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang membuat rakyat menderita.

“Kegagalan sistem politik yang berantakan, hingga mengakibatkan adanya kisruh KPK Vs Polri, dan yang terbaru kisruh persepak bolaan Indonesia, PSSI dengan Menpora Imam Nahrowi, yang belum ada titik temu, ini jelas karena kegagalan sistem perpolitikan Indonesia”

“Dari segi ekonomi, banyak Sumber Daya Alam (SDA) yang dikerjakan pihak lain, Freeport, minyak serta SDA yang lain, jika dikelola dengan baik oleh pemerintah dan dikembalikan kepada rakyak, mulai Taman Kanan-kanak (TK) hingga perguruan tinggi pasti akan gratis, tidak membayar sepeser pun”

Setelah menyampaikan orasinya didepan gedung Pemkab Tuban, para aktivis tersebut akhirnya ditemui perwakilan dari pemerintah yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sulistiyadi, para mahasiswa tersebut juga memberikan hadiah berupa hulek-hulek sebagai penganti palu sidang.

“Kami memberikan Hulek-hulek sebagai penganti palu sidang, yang hanya diketok dibelakang sidang, kesepakatan sudah diselesaikan dibelakang forum, sedangkan sidang hanya tidak ubahnya sebagai formalitas”

Sedangkan terkait kesepakatan dengan pihak pemerintah, pihaknya beranggapan belum ada kesepakatan.

“Belum ada kesepakatan, pihak pemerintah seperti yang lalu-lalu hanya mengatakan menampung dan menampung, kami akan upayakan untuk ketemu dengan Huda Noor secepatnya” Pungkasnya. (Pul)