kabartuban.com – Menanggapi aksi demo dan tuntutan masyarakat Ring 1 PT Holcim Indonesia Tbk, perusahan semen dari negara Swiss ini membantah beberapa hal yang menjadi tuntutan pengunjukrasa dinataranya soal penguranya program CSR, tenaga kerja hingga isu lingkungan yang diarahkan kepada perusahaan semen swasta dinilai tidak benar.
Indriani Siswati, Corporate Comunication East Java and Bali PT Holcim Indonesia Tbk, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai aksi warga didepan akses masuk perusahaan mengatakan, Holcim memiliki komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Holcim menyambut teman teman menyampaikan aspirasi, dan sudah kita pertemukan dengan Comrel Manager. Kalau sama Manager akan kita agendakan lagi karena beliau (GM Holcim) banyak urusan hari ini,” kata Indri (26/01).
Adapun tuntutan yang dinyatakan tidak benar adalah soal tenaga kerja yang tidak melibatkan warga lokal. Selama ini Holcim sudah melakukan komitmen untuk penyerapan tenaga lokal, salah satunya adalah dengan program mensekolahkan lulusan SLTA untuk direkrut menjadi karyawan, dan saat ini jumlahnya mencapai 83 orang dari Tuban.
Saat ini total karyawan Holcim permanen kata Indri sebanyak 275, dan lokal Tuban 100 orang permanen, diluar itu juga terdapat karyawan kontaktor lebih banyak diatas 75 persen menggunakan warga lokal.
“Soal naker saya sampaikan itu tidak benar, di Holcim sekarang sudah ada siswa Eve yang direkrut dari tenaga lokal sebanyak 83 orang, selain itu juga ada tenaga kontraktor yang jumlahnya diatas 75 persen,” jelas Indri.
Sementara soal lingkungan, pihak Holcim selalu berkordinasi dengan masyarakat sekitar, dan masyarakat dapat menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan yang disebabkan oleh aktifitas pabrik Holcim.
“Kami selalu berkordnasi soal lingkungan,  permasalah warga terkait lingkungan yang disampaikan juga sudah kami tindak lanjuti,” pungkas Indri. (Luk)
