Nelayan Asal Tuban Hilang Diduga Terjatuh dari Kapal di Perairan Utara Lamongan

kabartuban.com – Laut yang semula menjadi sumber penghidupan mendadak berubah menjadi medan pencarian yang menegangkan. Seorang nelayan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal saat mencari ikan di perairan utara Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Korban diketahui bernama Solikin (40). Hingga Kamis (11/6/2026), keberadaannya masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan bersama puluhan awak kapal terus melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.

Kasatpolairud Polres Tuban, AKP Dean Tommy Rimbawan, menjelaskan bahwa Solikin berangkat melaut bersama 26 anak buah kapal lainnya menggunakan KM Gunung Baru GT 25 pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bulu, Kecamatan Bancar, menuju perairan laut utara Jawa untuk mencari ikan.

“Korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 14.00 WIB saat masih beraktivitas bersama ABK lainnya di atas kapal,” kata AKP Tommy.

Namun, ketika memasuki sore hari sekitar pukul 18.00 WIB, keberadaan Solikin tidak lagi terlihat di atas kapal. Kondisi itu membuat seluruh awak kapal panik dan segera melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Diduga, korban terjatuh ke laut saat kapal berada di wilayah perairan utara Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Mengetahui salah satu awaknya hilang, nahkoda kapal, Safii, langsung menginstruksikan seluruh ABK untuk melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut berlangsung cukup lama, namun tidak membuahkan hasil.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pemilik kapal, Maftukan, yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut kepada aparat berwenang.

Menerima laporan tersebut, Satpolairud Polres Tuban segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Basarnas, BPBD Tuban, Pos TNI AL Tuban, Satpolairud BKO Polda Jawa Timur, serta Satpolairud Polres Lamongan.

Koordinasi dilakukan untuk memetakan lokasi kejadian sekaligus menentukan pola pencarian di wilayah perairan yang menjadi lokasi hilangnya korban.

Selain mengerahkan Tim SAR gabungan, petugas juga menyebarkan informasi kepada jaringan nelayan di sepanjang pesisir Tuban, Lamongan hingga Gresik guna memperluas jangkauan pencarian.

“Kami berharap apabila ada nelayan yang melihat tanda-tanda keberadaan korban, dapat segera melaporkannya kepada petugas atau posko terdekat,” ujar AKP Tommy.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. KM Gunung Baru bersama 26 awak kapal lainnya dan Tim SAR gabungan masih berjibaku menyisir hamparan laut utara Lamongan, berharap Solikin segera ditemukan. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya