Kabartuban.com – Wajah kawasan Pantai Boom Tuban diproyeksikan bakal berubah dalam beberapa tahun ke depan. Tak sekadar menjadi destinasi wisata tepi laut, kawasan bersejarah tersebut dirancang menjadi pusat kuliner yang terintegrasi dengan sejumlah pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di Kabupaten Tuban.
Rencana besar itu disampaikan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Tuban, Selasa (27/10/2026).
Bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu mengungkapkan, pemerintah daerah akan mulai mengalokasikan anggaran perencanaan penataan Pantai Boom melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026. Sementara, pengerjaan fisiknya ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.
“Desainnya nanti akan jadi sentra kuliner di Kabupaten Tuban,” ujarnya.
Konsep penataan tersebut tidak hanya menyasar Pantai Boom. Pemkab Tuban ingin menghubungkan kawasan itu dengan Pasar Sore sehingga keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Pantai Boom nantinya diarahkan sebagai pusat kuliner, sedangkan Pasar Sore tetap dipertahankan sebagai pasar tradisional dengan sentuhan desain yang lebih modern dan tertata.
“Pasar Sore itu pasar tradisional yang kita desain secara modern, dan Pantai Boom jadi sentra kuliner,” jelasnya.
Lebih jauh, konsep integrasi kawasan ini juga akan diperluas hingga Goa Akbar dan Pasar Baru. Bahkan, kawasan pasar hewan turut masuk dalam rencana penataan agar aktivitas perdagangan dan kawasan publik di Tuban bisa terhubung lebih baik.
Jika terealisasi, proyek ini bukan sekadar mempercantik kawasan Pantai Boom. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan satu kawasan terpadu yang menggabungkan wisata, kuliner, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan begitu, Pantai Boom tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati pemandangan laut, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu pusat keramaian baru sekaligus penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Tuban. (fah)
