PBRT Lanjutkan Aksi Hari Ini

434
Sempat terjadi sedikit ketegangan di tengah orasi

kabartuban.com – Masih berlanjut hari ini. Hari ini (14/5), Paguyuban Bumi Ronggolawe Tuban (PBRT) warga sekitar PT. Semen Gresik, tbk kembali berkumpul di Pos III Pabrik PTSG Tuban. Aksi massa yang menuntut untuk diberikan kesempatan pengelolaan limbah atau afval ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

Hingga tengah hari, terhitung ada 80 lebih anggota PBRT yang berasal dari daerah Kecamatan Kerek, Jenu, dan Merakurak. Aksi demonstrasi damai tersebut dijaga ketat aparat kepolisian. AKP Elis Sundayati menerangkan bahwa untuk menjaga keamanan aksi warga ini, pihak kepolisian menurunkan 52 personil yang berasal dari Polres Tuban, Polsek Kerek, Polsek Merakurak, Polsek Jenu, Intel, dan Reskrim.

Dalam wawancara pers, Ketua PBRT Sunarto mengatakan, “PBRT menginginkan limbah dikelola putra daerah. Karena putra daerah juga punya uang untuk membeli itu”. “Saya sebagai perwakilan bertugas untuk menyampaikan aspirasi warga”. Ketika salah satu wartawan menanyakan apa yang akan dilakukan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, Sunarto mengatakan, “semua anggota PBRT akan terus mengadakan aksi sampai tuntutan mereka terpenuhi”.

Pertemuan dengan pihak balai lelang pagi hari belum menemukan titik terang. Sempat terjadi sedikit ketegangan pada saat salah seorang anggota melakukan orasi di POS III PTSG tersebut. Dalam orasinya anggota PBRT Sudi mengatakan, “PTSG harus memperhatikan kesejahteraan warga sekitar PTSG”. “Salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan pengelolaan limbah kepada warga sekitar”, kata Sudi.

Orasi Sudi dilanjutkan dengan sorak sorai seluruh anggota PBRT sebagai tanda dukungan penuh atas aksi yang sedang mereka lakukan. Warga masih terus berkumpul dan menunggu negosiasi ke 2 (dua) yang akan dilakukan pukul 14.00 WIB. Ketika kabartuban.com mengkonfirmasi beberapa demonstran, hampir semua dengan tegas mengatakan bahwa apa pun yang terjadi, pengelolaan limbah itu harus bisa ditangani warga sekitar. “Jangan lagi kita tertinggal dan pengelolaan itu didapatkan orang luar”, kata Winoto salah seorang anggota PBRT dari Kecamatan Merakurak.

Agus, salah seorang pemuda anggota PBRT mengatakan, “Pengelolaan limbah ini harus didapatkan warga sekitar, karena dengan ini dapat membantu warga untuk memperoleh penghasilan tambahan”. “Meskipun ada PTSG di sini mas, anak – anak muda seusia saya masih banyak yang menganggur”, kata Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, “Tidak hanya masalah afval ini mas, warga sekitar akan terus mengadakan aksi demonstrasi menuntut hak-hak warga, paling tidak sampai menjelang Kehadiran Presiden SBY di Tuban, untuk meresmikan Pabrik Tuban IV”.

Selama aksi massa berlangsung di luar, massa berharap-harap cemas menunggu keputusan yang akan terjadi nanti. Mengenai aksi ini, Humas PTSG Heri Subagyo belum bisa memberikan komentar maupun konfirmasi, karena ketika dihubungi kabartuban.com, dirinya masih mengikuti rapat.

Selepas dhuhur, jumlah massa semakin bertambah. PBRT tampak semakin serius memperjuangkan tuntutannya. Dalam hitungan Agus, anggota muda PBRT ini menyampaikan kepada kabartuban.com bahwa anggota yang berkumpul bertambah menjadi sekitar 160 orang.

Kemudian dari seluruh anggota PBRT, ditunjuk beberapa perwakilan untuk melakukan negosiasi dengan pihak Balai Lelang dan PT. Tri Agung Lumintu. Kabar terakhir yang diterima kabartuban.com pukul 15.25 WIB menyebutkan bahwa Paguyuban Bumi Ronggolawe Tuban telah mendapatkan pemenuhan tuntutannya. Sudah bisa dipastikan bahwa kesempatan pengelolaan limbah PTSG atau afval telah didapatkan warga sekitar melalui PBRT. Selanjutnya akan dilakukan pelengkapan administratif dan pembayaran uang muka. (iim)