kabartuban.com – Pembangunan pasar ikan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, membuat nelayan setempat mengeluh, sebab lambannya pembangunan membuat aktifitas jual beli ikan yang akan mereka lakukan terhambat.
“Pasar itu sangat dibutuhkan masyarakat kecil seperti kami mas. Kalau gak diselesaikan pembeli kurang tertarik kesini,” ujar Suprapti pedagang ikan segar di sekitar proyek pasar itu.
Suprapti, sebelumnya merupakan pedagang didalam pasar setiap siang hingga sore, saat nelayan mulai mendarat dari laut. Namun sejak proyek pasar dimulai dirinya hanya dan sejumlah pedagang ikan lainya hanya bisa berdagang di atas trotoar.
“Ya sementara jualan disini mas, tempatnya belum jadi. Meski tidak terlalu nyaman gak papa jualan ditrotoar asal gak di larang sama satpol PP aja,” terang Suprapti ini.
Menurut perempuan 50 tahunan itu, berdagang diatas trotoar tidak hanya kurang nyaman, namun juga beresiko karena jalur tempat sejumlah pedagang ikan menjajakam daganganya merupaka jalur utama yang cukup padat kendaraan besar.
“Mau jualan nyaman bagaimana, pernah ada pembeli hampir kesrempet mobil, jadi orang mikir dua kali kalau beli disini, kalau udah ada pasarnya kan gak gitu,” kata perempuan ini.
Terpisah, Muhammad Ihsan, nelayan sekaligus Ketua RT di Kelurahan Karangsari juga mengeluhkan lamanya pembangunan TPI yang sampai saat ini belum dapat digunakan, akibatnya hasil tangkapan ikan miliknya harus dijual ditempat lain, kadang ke tengkulak yang harganya kurang begitu bagus.
“Biasanya saya jual di Jenu di Palang, kan ngak bisa jual disini, dijual juga di pengepul, jadi ya ruwet penjualannya,” yerang Ihsan.
Dirinya juga berharap, kepada pemerintah agar segera diselesaikan pembangunan TPI tersebut, agar masyarakat nelayan dapat bergerak dengan baik perekonomiannya.
“Ya harapanya secapatnya di bereskan mas, ini kan kegiatan ekonomi juga menurun mas, penjual ikan ngak sewajarnya di trotoar,” kata Ketua RT ini. (Hon)
