kabartuban.com – Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, mulai dari kualitas pendidikan hingga maraknya kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan di ruang digital, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tuban periode 2026-2027 memilih mengambil peran lebih aktif.
Komitmen tersebut ditegaskan usai pelantikan pengurus baru PC IMM Tuban yang berlangsung di Gedung DPRD Tuban, Sabtu (6/6/2026). Organisasi mahasiswa itu menempatkan isu pendidikan dan kesetaraan perempuan sebagai agenda utama gerakan selama satu periode ke depan.
Ketua Umum PC IMM Tuban periode 2026-2027, Prastyo, menilai perkembangan teknologi dan media digital membawa tantangan baru yang tidak bisa diabaikan, khususnya bagi perempuan dan generasi muda.
“Pendidikan dan perempuan menjadi fokus kami. Apalagi di era digital saat ini, berbagai bentuk pelecehan, baik verbal maupun nonverbal, semakin sering terjadi dan perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengamat atau sekadar menyampaikan kritik terhadap kebijakan. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu menghadirkan gagasan dan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin IMM hadir tidak hanya kritis terhadap persoalan yang ada, tetapi juga mampu memberikan solusi yang nyata,” katanya.
Prastyo menjelaskan, kepengurusan PC IMM Tuban periode 2026-2027 terdiri dari 17 pengurus yang terbagi dalam tujuh bidang kerja. Melalui struktur tersebut, kader IMM didorong untuk lebih peka terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Mahasiswa jangan sampai apatis. Kita harus memahami realitas yang terjadi di sekitar kita agar bisa ikut berkontribusi menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Pelantikan pengurus baru turut dihadiri sejumlah tokoh daerah, di antaranya perwakilan Bupati Tuban, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tuban Agus Wijaya, Ketua PDM Tuban Masrukin, serta Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur Devi Kurniawan.
Anggota Komisi IV DPRD Tuban, M. Zakky Sulton, yang hadir mewakili Ketua DPRD Tuban, mengapresiasi arah gerakan yang diusung IMM Tuban. Ia berharap organisasi mahasiswa tersebut mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, organisasi kepemudaan, hingga berbagai elemen masyarakat.
“IMM harus menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kolaborasi dengan pemerintah maupun stakeholder lainnya sangat penting untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan stadium general bertema “Kesetaraan Gender, Antara Narasi dan Realita di Tuban” yang menghadirkan Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari.
Dalam agenda tersebut, Hany mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan kesetaraan gender dan memperkuat pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Mari berkolaborasi dan bergerak bersama untuk perempuan dan masyarakat yang lebih baik,” tuturnya.
Mengusung tema “Sinergi Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif untuk Tuban Progresif”,kepengurusan baru IMM Tuban diharapkan tidak hanya menjadi wadah kaderisasi mahasiswa, tetapi juga mampu tampil sebagai motor perubahan sosial yang dekat dengan persoalan masyarakat dan aktif menawarkan solusi atas berbagai tantangan daerah. (fah)
