Pemuda Koro Tuntut Brantas Mafia Pupuk Tuban

416

demokorokabartuban.com – Pemuda Koro kembali mengguncang “Bumi Wali”. Mengatasnamakan diri Barisan Petani Muda Ronggolawe (BPMR), belasan pemuda tersebut menggelar aksi demonstrasi di depan Pabrik Petroganik Jalan Merakurak – Montong, Dusun Koro, Desa Pompongan, Kecamatan Merakurak. Para “aktifis Koro” ini menuding adanya mafia pupuk yang menyebabkan penderitaan para Petani, Selasa (16/12/2014).

Dalam aksinya, BPMR menuntut Pemerintah Kabupaten Tuban dalam hal ini Bupati, untuk memberantas mafia pupuk. Mereka menyuarakan derita para Petani Tuban dengan membentang sejumlah poster. Diantaranya bertuliskan “Mafia Pupuk Menjamur, Bupati Pura – Pura Tidur”.

Koordinator aksi, Tabah mengatakan di sela aksinya mengatakan, ”Mafia pupuk ini harus secepatnya diberantas. Sehingga para petani tidak menderita seperti ini. Petani saat ini hanya menjadi objek para mafia pupuk saja. Bagaimana tidak, saat musim tanam harga bibit dan harga pupuk sangat mahal, begitu petani panen hasil panen petani dibeli dengan harga murah,” ungkapnya.

Menurutnya, alokasi uang negara untuk subsidi pupuk pada tahun anggaran 2014 mencapai Rp 21,4 triliun. Sedangkan, pada APBN 2015 ini anggaran untuk subsidi pupuk melonjak dua kali lipat, yakni sebesar Rp 35,7 triliun.

”Besarnya uang negara yang digunakan untuk subsidi pupuk ini, makanya semua pihak harus turut serta mengawasi pupuk bersubsidi tersebut,” tandasnya.

Para pemuda tani tersebut dengan penuh semangat mengecam keras dugaan permainan pupuk yang menurutnya menyebabkan penderitaan petani. Mereka secara bergantian melakukan orasi dalam aksi unjuk rasa di depan Pabrik Pupuk Petroganik P-27, yang tak lain adalah mitra dari PT Petrokimia Gresik, Penyedia pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk petani.

“Lahan warga di sini merupakan tadah hujan dan menggantungkan hujan, lha sampai musim tanam hujan ini tidak kunjung dapat pupuk. Mafia pupuk telah bermain mata dengan distributor, kemudian menjual pupuk dengan harga jauh di atas ketentuan. Semakin membuat sengsara petani” teriak Rustamuri, salah seorang aktifis Koro.

Menurutnya, beberapa kios resmi penyedia pupuk bersubsidi juga tidak mempunyai pasokan barang. Kalaupun ada pupuk, itupun jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.

Dalam orasinya, Rustamuri meminta pihak Petrokimia benar – benar ketat melakukan pengawasan distribusi pupuk. Mereka menganggap sulitnya mendapatkan pupuk karena adanya mafia pupuk.

Lebih lanjut Rustamuri menyampaikan harapannya kepada kepada Bupati Tuban, Fathul Huda, dan segenap jajaran yang berwenang untuk memberantas mafia pupuk di Tuban dengan tegas. (pul/im)