kabartuban.com – PT. PJB Ubjom PLTU Tanjung Awar-Awar menggelar Simulasi Penanganan Huru-Hara dan Penjinakan Bom, bertempat dihalaman Masjid perusahaan, lebih tepatnya di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban, Selasa (22/11/2016).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Gegana dari Polda Jatim penjinak bom, juga dari jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda)Tuban, diantaranya Komandan Kodim, Kapolres Tuban dan masyarakat sekitar perusahaan.
“Kegiatan ini merupakan visi antara PJB dengan pihak Kepolisian, serta masyarakat ring satu, dalam menyikapi huru-hara yang mungkin terjadi dan mengancam mobilitas perusahaan,” ujar Hendri Bastian, selaku Manajer Pt. PJB Ubjom PLTU Tanjung Awar-Awar pada kabartuban.com Selasa (22/11/2016).
Dia mengatakan, PJB berkomitmen untuk melaksanakan salah satu amanat dari direksi dan Perkap No. 24 tahun 2007 tentang implementasi sistem manajemen penanganan. Dimana salah satu yang harus dilaksanakan adalah simulasi penanganan huru-hara dan penjinakan bom.
“Komitmen kita tahun ini mendapatkan sertifikat emas pada sistem manajemen penanganan,” kata Bastian.
Lebih lanjut, Bastian menjelaskan, bahwa semua yang dilakukan untuk penanganan resiko ancaman yang mungkin terjadi, harus sudah dalam kondisi siap dari segala hal. Berikutnya, dalam rangka komunikasi dengan seluruh stakeholder dan memastikan semuanya siap untuk proses penanganan.
“Sebagai wujud sinergitas, kami sudah membentuk Forum Silaturahmi Kepolisian dan Masyarakat (FSKM), sehingga diharapkandalam menjaga Optipnas ini kami bisa berkomitmen dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” imbuh Bastian.
Mengingat kegiatan ini adalah yang pertamakalinya diselenggarakan, pihak perusahaan dan stakeholder berharap, kegiatan itu dapat menjadi agenda tahunan.
