PMI Tuban Krisis Stok Darah

kabartuban.com – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tuban mengalami krisis persediaan darah.

Meningkatnya permintaan, tak kurang 25 kantong setiap harinya yang butuhkan, membuat para keluarga pasien terpaksa harus marah terlebih dahulu agar bisa terpenuhi kebutuhannya.

“Kami hanya mempunyai stok golongan darah B, itupun sedikit, dan hampir seluruh golongan darah stok kami habis,” ujar Agus Kabid Pencari, Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Tuban, kepada kabartuban.com, Sabtu (7/7/2018).

Masih kata Agus, selain melayani kebutuhan kantong darah di seluruh rumah sakit yang ada di Bumi Wali, pihaknya juga menyuplai di bank darah Rumah Sakit Umum Daerah.

“Meningkatnya permintaan darah sekitar 30-40 persen, dan ini terjadi sejak setelah lebaran 2018,” tambahnya

Pihaknya berharap, masyarakat bisa ikut andil dalam hal kemanusiaan, salah satunya bisa saling berbagi darahnya untuk yang membutuhkan, dengan persyaratan umum yang ada, seperti umur minimal 17 tahun, berat badan tak kurang dari 45 kg dan lain sebagainya.

“Kita berharap, masyarakat juga bisa ikut membantu kita, karena banyak masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.

Sementara itu, Lily warga Kecamatan Tuban saat ditemui ketika mengantarkan temannya untuk mendonorkan darahnya mengungkap, memang stok darah di PMI yang beralamat jalan Pramuka, Kelurahan Sidorejo Tuban ini krisis, bahkan sempat beberapa hari yang lalu, ada bayi yang baru lahir di salah satu rumah sakit di Tuban butuh darah AB, namun, stok di PMI kosong.

Selain itu, teman-temannya yang mau mendonorkan darahnya, terbentur persyaratan, yang salah satunya waktu minimal bisa mendonorkan kembali yakni tiga minggu, dan bayi malang itupun tak tertolong.

“Kita kemarin juga sempat woro-woro di media sosial mas, ada anak yang membutuhkan. Tapi bagaimana lagi, stoknya gak ada, dan meninggal dunia,” sambungnya.

Senada juga dikatakan Warsito, warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, pihaknya berkenan mendonorkan darahnya, karena mendapat broatcast dari grup, yang isinya PMI Tuban kekurangan darah, dan membuat tersentak untuk datang ke Unit tranfusi darah ini.

“Di grup-grup saya banyak yang kirim pesan, kalau PMI Tuban stok darahnya habis, langsung saja saya kesini,” terangnya. (Dur/Rul)

Populer Minggu Ini

Investasi Rp1,4 Triliun, Dermaga Baru Pabrik Semen Tuban Siap Dongkrak Ekspor hingga 1 Juta Ton per Tahun

kabartuban.com - Proyek pengembangan fasilitas dermaga dan produksi di...

Kunjungan di Tuban, Wapres Gibran Silaturahmi ke Kediaman Habib Husein Ba’agil

kabartuban.com - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka,...

Alarm Wapres untuk Pemkab Tuban, Jalan Rusak dan Fasilitas Publik Pascabanjir Harus Segera Diperbaiki

kabartuban.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta percepatan...

Dari Industri hingga Pasar Nelayan, Kunjungan Wapres Gibran Disambut Meriah Warga Tuban

kabartuban.com - Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke...

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Tuban Alokasikan Rp 1,8 Miliar untuk Mobil Dinas Bupati dan Wabup

kabartuban.com - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah...

Artikel Terkait