kabartuban.com – Dikarenakan bersengolan dari arah berlawanan, bus berpenumpang penuh jurusan Surabaya-Semarang sekitar pukul 04-30 wib, Jumat (23/6/2017) dini hari dilaporkan nyungsep masuk area persawahan di jalur Pantura Tuban, tepatnya di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban.
Pantauan kabartuban.com dilapangan, hingga siang ini, bus dengan Nomor Polisi N-7428-UG itu masih berada di posisi antara pembatas jalan dan area persawahan, tertahan pada pohon pisang dan pohon akasia yang tumbang setelah ditabrak.
Amung (42) pengemudi bus saat dikonfirmasi mengatakan kejadian tersebut bermula saat bus yang dikemudikanya dari arah Surabaya berpapasan dengan bis lain dari arah Semarang. Saat itu kendaraan dari arah Semarang yang akan mendahului kendaraan didepanya terlalu kekanan serta mendesak bus yang dikemudikan Amung semakin ke kiri.
“Dia ngeblong mas, sampai mendesak bus saya, karena banyak penumpang yang saya bawa, saya berusaha menghindar tapi terlalu sempit sampai turun ke sawah,” terang Amung.
Menurut Amung ada sekitar 52 penumpang yang dia angkut saat itu, penumpang tersebut rata-rata tujuan Semarang dan daerah Jawa Tengah. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada penumpang yang terluka.
“Seluruh penumpang langsung pindah dengan bis lain untuk melanjutkan perjalanan menuju Semarang,” terang Amung saat ditemui di lokasi kejadian.
Sementara itu bis ngeblong dan menabrak bis milik Amung langsung kabur tidak bertanggung jawab, namun pihaknya sudah melaporkan kejadian ini kepada petugas.
Kasus kecelakaan lalulintas tersebut saat ini sudah dalam penanganan pihak Polres Tuban, sementara untuk kendaraan masih menunggu proses evakuasi.
Volume Kendaran Mulai Naik
Pada sisi lain, pantaun kabar tuban hingga petang ini di jalur Pantura Tuban, tampak kendaraan pemudik luar kota mulai padat, utamanya dari arah Semarang menuju Surabaya. Peningkatan volume kendaran tersebut terjadi mulai pukul 07-00 Wib tadi dan terus mengalami peningkatan jumlah hingga saat ini (23/6/2017).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Muji Slamet, dikonfirmasi menjelaskan, kendaraan yang mulai memadati jalur Pantura Tuban, didominasi kendaraan pribadi roda empat yang rata-rata merupakan kendaraan bernomor polisi Jawa Tengah (Semarang) atau kendaraan dari Jawa Barat (Jakarta).
“Volume kendaraan mulai padat utamanya kendaraan dari luar kota, dengan nopol B atau H,” terang Muji Slamet.
Malam hari nanti lanjut dia hingga besok (H-1) dipreddiksi akan menjadi puncak arus mudik lebaran di jalur Pantura Tuban.
Sementara itu, Hendra, seorang pemudik asal Semarang, yang tengah beristirahat di Rest Area Tuban, mengatakan, sengaja mudik hari ini karena dirinya baru mendapatkan libur dari tempatnya bekerja. Dia sendiri mengaku akan mudik kekampung halamanya di Gresik Jawa Timur.
“Berangkatnya pagi-pagi banget, mau ke Gresik, pikirnya masih sepi, tak taunya sudah ramai kendaraan di jalur ini,” kata Hendra.
Kadishub juga menghimbau agar pemudik waspada saat melalui jalur Pantura Tuban, utamanya di titik-titik rawan kecelakaan. Pemudik juga diminta tidak memaksakan tetap berjalan jika merasa capek, karena petugas sudah menyediakan tempat istirahat dan posko posko istirahat bagi pemudik sepanjang jalur Pantura Tuban (Luk)
