RPS Gelar Sekolah Jurnalis Santri Mambail Futuh

280

Jenu-20140902-02818kabartuban.com – Sejumlah wartawan Kabupaten Tuban, yang tergabungang dalam Ronggolawe Pers Solidarity (RPS), melaksanakan pelatihan jurnalistik, kepada sejumlah santri Pondok Pesantren Mambail Futuh, Desa Beji Kecamatan Jenu. Selasa (2/9/2014).

Pelatihan jurnalistik tersebut, di ikuti sebanyak tiga puluh pelajar  Madrasyah Aliyah (MA), Mambail Futuh, salah satunya Mubarok (18), siswa kelas  Kelas XI, IPS 1 ini, merasa mendapat pengalaman baru, bagaimana cara reportase, menulis berita.

“Biasanya kita hanya ikut pelatihan tentang dasar-dasar jurnalistik,  bagi kami ini sangat berarti, secara pribadi senang dengan adanya pelatihan tentang jurnalistik, hal ini, menjadikan kami mendapat pengalaman, langsung dari para wartawan, seperti bagaimana reportase, teknik-tekniknya mewawancarai, serta bagaiamana menulis berita yang baik” Ujar Mubarok.

Khoirul Huda selaku Ketua RPS, dalam sambutannya menuturkan pelatihan sekolah jurnalistik yang dilaksanakan RPS, sebagai tanggung jawab para jurnalis Tuban, tidak hanya dilaksankan di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas ( SLTA),  dan Perguruan Tinggi, tapi juga pondok pesantren.

“Selain di SLTA dan Perguruan Tinggi, kegiatan ini adalah yang kedua dilaksanakan di lingkungan  Pondok Pesantren, harapan kami kepada peserta tetap sama, dengan pelatihan-pelatihan yang kita laksanakan sebelumnya, semoga dengan sekolah jurnalistik ini, mampu menumbuh kembangkan jiwa serta semangat membaca serta menulis, paling tidak  mengembangkan  majalah sekolah yang telah ada” Tutur Huda

Sementara itu, M. Arifuddin, Salah satu pengasuh Ponpes, sekaligus menjabat sebagai Wakil Kepala Kesiswaan MA  Mambail Futuh, menyampaikan terima kasih kepada jurnalis yang tergabung dalam RPS, atas terselengaranya pelatihan sekolah jurnalistik.

“Kami ucapkan terima kasih, kepada wartawan RPS, yang rela membagi ilmu serta pengalamannya, ini adalah pengalaman baru, bagi santri-santri kami, semoga ini bermanfaat, sbagai dasar untuk mengembangkan majalah yang dimiliki sekolahan” ungkap  Arifuddin. (Pul)