kabartuban.com – Masa pensiun tak lagi dipandang sebagai akhir dari aktivitas produktif. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban justru mendorong para karyawannya untuk tetap aktif dan mandiri secara ekonomi melalui pelatihan budidaya melon sistem greenhouse.
Kegiatan yang digelar di area Ecopark Kambangsemi ini dirancang sebagai bekal praktis bagi karyawan yang akan memasuki purna tugas. Selain menjaga kesehatan fisik dan mental, pelatihan ini juga membuka peluang usaha baru dengan nilai ekonomi menjanjikan.
Group Head of Plant Operation SIG Pabrik Tuban, Muchamad Supriyadi, mengatakan bahwa masa transisi menuju pensiun kerap menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi psikologis maupun finansial. Karena itu, perusahaan berupaya memberikan pendampingan agar karyawan tetap memiliki arah kegiatan yang positif.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan gambaran bahwa masa pensiun tetap bisa diisi dengan aktivitas produktif. Budidaya melon greenhouse bukan sekadar hobi, tetapi juga peluang bisnis yang potensial,” ujarnya,
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari persiapan media tanam, perawatan, hingga teknik panen. Pendamping budidaya di Ecopark Kambangsemi, Zubas, menjelaskan bahwa pasar melon premium saat ini masih terbuka luas.
Varietas yang dikenalkan adalah Rock Melon Golden Aroma, yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan melon biasa. Meski membutuhkan investasi awal yang cukup besar, sistem greenhouse dinilai lebih menjanjikan karena mampu mengontrol kualitas dan meminimalkan risiko gagal panen.
Dengan luas lahan 6 x 21 meter dan kapasitas sekitar 300 polybag, estimasi modal awal mencapai Rp 88,7 juta. Dalam setahun, budidaya dapat dilakukan hingga 3–4 siklus tanam. Berdasarkan perhitungan, modal tersebut diperkirakan dapat kembali dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Salah satu peserta, Nono Harijanto, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat sebagai bekal menghadapi masa pensiun. Ia menilai ilmu yang didapat bisa menjadi referensi untuk menentukan aktivitas produktif ke depan.
“Ini sangat membantu kami yang akan memasuki masa purnatugas, terutama dalam mencari kegiatan yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga berpotensi menambah penghasilan,” ujarnya.
Melalui program ini, SIG berharap para karyawan tetap memiliki semangat berkarya meski telah memasuki masa pensiun, sekaligus mampu menciptakan peluang usaha baru di sektor pertanian modern. (fah)
