Trend Outlet Kopi di Tuban Mulai Hits

21
Outlet Nitik Kopi yang berada di Jl. Hayam Wuruk, Semanding, Tuban.

kabartuban.com – Saat ini kedai kopi menjadi trend baru di Tuban khususnya bagi anak- anak muda pecinta kopi. Para pemilik kedai pun tak hanya menyediakan menu-menu kopi yang kekinian namun juga menyediakan tempat yang kekinian dan Aesthetic untuk dijadikan tempat nongkrong di weekend maupun weekday.

Dalam suatu wawancara eksklusif dengan salah satu pemilik kedai kopi di Tuban, mengatakan bahwa dalam membangun bisnis di era seperti sekarang ini cukup menarik dengan memanfaatkan peluang yang ada kemudian mengembangkannya.

“Aku memilih kopi ini karena peluang dan timing karena tahun 2019 itu viral-viral nya kopi kemasan plastik ini, kopi cup namanya,” ungkap Wara pemilik outlet Nitik Kopi yang berada di Jl. Hayam Wuruk, Semanding, Tuban, Selasa (8/02/2022).

Pemuda yang akrab di sapa Mas Wara ini berhasil mengembangkan bisnisnya hingga memiliki 3 (tiga) outlet kopi yang berada di Tuban, Lamongan dan Jatirogo dalam kurun waktu satu tahun. Pemilik outlet Nitik Kopi ini pun menjelaskan alasan dirinya menggunakan nama “Nitik” alasanya karena Nitik ini bisa di artikan seperti menjemput sesuatu.

“Nama Nitik itu bagiku kayak lebih ke repeat order berarti kan batasanya tidak sekali bisa dua kali tiga kali,” tambahnya dalam wawancara kami.

Lanjut Mas Wara, tidak hanya dari anak-anak muda saja, ternyata outletnya pun sering dijadikan tempat nongkrong dan bersua untuk orang-orang dewasa karena didukung dengan tempat yang nyaman dan letaknya yang strategis.

“70% nya anak-anak sekolahan sisanya orang-orang dewasa kayak fresh graduate usia 19-25 itu masih suka ngopi,” tutur mas Wara.

Dalam membandrol kopinya, Mas Wara memberi harga Rp10 ribu sampai dengan harga Rp20 ribu saja dengan menu utama yaitu kopi mixology yang akan menjadi trend baru di tahun ini.

“Menggeser budaya Starbucks ke kopi cup seperti ini lebih murah,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam bisnis yang digelutinya ini, Mas Wara bisa mendapatkan omset bersih sekitar Rp10 juta per bulan. Mas Wara juga memberikan motivasi kepada anak-anak muda agar dapat mencari peluang yang tepat untuk berbisnis. (tul/dil)