Tren Kekerasan Jurnalis Meroket di Rezim Prabowo-Gibran, Pembentukan KKJ Jateng-DIY Mendesak

kabartuban.com – Sejumlah organisasi profesi jurnalis, jaringan masyarakat sipil, dan pers mahasiswa membentuk Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Jateng-DIY, Minggu (22/02/2026). Pembentukan KKJ sifatnya mendesak, menyusul angka kekerasan terhadap jurnalis yang kian meningkat di rezim Prabowo-Gibran.

Organisasi jurnalis berasal dari perwakilan AJI Semarang, AJI Solo, AJI Purwokerto, AJI Yogyakarta, organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, PFI Solo, jaringan masyarakat sipil seperti SPLM Jawa Tengah, LBH Semarang, LRC-KJHAM, serta Pers Mahasiswa.

AJI Indonesia mencatat kekerasan terhadap jurnalis mengalami eskalasi sepanjang 2025, yakni 89 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Diyakini masih banyak korban yang tak melaporkan. Eskalasi ini menunjukkan keamanan jurnalis di rezim ini lebih berbahaya dan sangat rentan. Sedangkan kurun waktu 3 tahun sebelumnya, jumlahnya naik turun. Pada 2024 ada 73 kasus kekerasan terhadap jurnalis dan pada 2023 ada 86 kasus. Sedangkan pada 2022 ada 60 kasus.

Ketua AJI Semarang, Aris Mulyawan mengatakan pada akhirnya pembentukan KKJ Jawa Tengah- DIY yang akan bertugas melindungi kerja-kerja jurnalistik. KKJ adalah titik awal membangun keselamatan jurnalis. Keselamatan jurnalis merupakan prasyarat utama bagi tegaknya demokrasi. Tanpa jaminan keamanan, kebebasan pers hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

“Ini titik awal kita membangun ekosistem keselamatan jurnalis di Jawa Tengah-DIY. Catatan kami ada sekitar 23 jurnalis Jateng yang menjadi korban, beberapa di antaranya kawan-kawan mahasiswa. 10 anggota LPM menjadi korban kekerasan saat periode pemimpin Ahmad Luthfi. Datanya paling banyak pelaku kekerasan adalah polisi, TNI,” kata Aris, Sabtu (21/2/2026).

Memasuki 2025, tren kekerasan meningkat tajam. Sedikitnya 21 kasus tercatat di Jawa Tengah, meliputi intimidasi oleh aparat TNI terhadap jurnalis yang memberitakan konflik agraria di Pundenrejo, kekerasan fisik terhadap pewarta saat meliput kegiatan Kapolri di Stasiun Tawang Semarang, penangkapan dan pemukulan jurnalis pers mahasiswa saat peliputan Hari Buruh Internasional (May Day), perampasan kamera, hingga praktik doxing terhadap anggota AJI Semarang dan pekerja media di Jawa Tengah. Mayoritas korban kekerasan di Jawa Tengah pun berasal dari kalangan pers mahasiswa.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, Raditya Mahendra Yasa mengatakan pembentukan KKJ Jateng-DIY saat ini sangat mendesak. Katanya, sangat penting mengidentifikasi adanya kekerasan terhadap jurnalis. Apalagi selama ini terjadi normalisasi kekerasan justru di kalangan jurnalis sendiri.

“Ini sifatnya mendesak demi keselamatan jurnalis di rezim sekarang ini. Sebenarnya urgensi ini sudah lama dibutuhkan. Kalau terjadi kekerasan kita sudah harus bisa antisipasi langkah-langkahnya. Jurnalis foto juga sangat rentan mengalami kekerasan,” ujarnya.

Sementara Koordinator KKJ Indonesia, Erick Tanjung mengatakan, Rezim Prabowo-Gibran dibungkus dengan narasi ‘anti hoax’, ‘keamanan nasional’, atau perlindungan moral publik. Iklim ketakutan diciptakan, kontrol sosial semakin masif. Apalagi adanya pemangkasan anggaran yang cukup signifikan di Dewan Pers yang berakibat pada banyaknya penanganan kasus yang terkendala.

“2025 ada 1.116 pengaduan ke Dewan Pers, ketika pengaduan sebanyak itu dan anggaran dipotong, berpotensi tak terselesaikan tahun ini. 58 persen yang dipotong, sisa dana untuk gaji pegawai saja. Bahkan penyelenggaraan uji kompetensi sudah tak ada dananya. Ini kondisi cukup buruk di rezim Prabowo-Gibran,” tuturnya.

Ia menyebut, saat ini penting untuk menciptakan ekosistem pers yang aman, sehingga kasus terhadap jurnalis bisa diselesaikan hingga tuntas di pengadilan. Pasalnya, selama ini banyak kasus kekerasan terhadap jurnalis yang mandek kasusnya di kepolisian.

Pengurus Bidang Advokasi AJI Indonesia, Miftah Faridl menegaskan pentingnya advokasi bagi jurnalis sebagai upaya persuasi yang mencakup kegiatan penyadaran, rasionalisasi, argumentasi dan rekomendasi mengenai suatu hal. AJI Indonesia sendiri memiliki kerja-kerja advokasi dalam program Savety Corner yang memberikan informasi lengkap prihal keamanan dan pendampingan bagi jurnalis.

“Pendampingan terhadap korban menjadi titik krusial untuk memastikan korban mendapatkan keadilan yang ia perjuangkan. Dengan dideklarasikan KKJ Jateng dan DIY ini, kami berharap bisa menjadi ruang aman dan nyaman bagi korban yang berjuang. Deklarasi ini sekaligus penanda, gerakan kolektif lintas organisasi untuk mengadvokasi kekerasan terhadap jurnalis,” jelasnya.

Adapun, kegiatan ini didukung oleh Yayasan Tifa Foundation. Dalam sambutannya, Tifa’s Project Officer for Jurnalisme Aman, Arie Mega menyebut kegiatan Pelatihan Keamanan Jurnalis ini menjadi penting mengingat banyaknya kekerasan yang menimpa jurnalis di Jawa Tengah.

“Karena komitmen bersama kita akhirnya bisa terselenggara kegiatan hari ini. Jawa Tengah tidak baik-baik saja apalagi kami baru saja meluncurkan indeks keselamatan jurnalis, di samping kekerasan yang masih tinggi angkanya, teman-teman rupanya karena takut dan ada intimidasi, banyak melakukan swasensor terutama di isu-isu seperti MBG, kemudian PSN. Dan di sini kasus PSN juga cukup tinggi,” kata Arie.

Menurutnya, adanya kekerasan terhadap jurnalis tak sekadar berdampak pada kerja-kerja jurnalis, tapi juga menyebabkan kualitas demokrasi di Indonesia kian menurun. Hak publik atas informasi juga tak didapatkan oleh masyarakat.

“Nah Jurnalisme Aman berharap, adanya komitmen kita bersama ini jurnalis tidak dibebankan ketika ada ada intimidasi dan pelaporan, tapi juga melibatkan teman-teman NGO lainnya seperti LBH. Jurnalisme Aman di sini untuk mendukung teman-teman, jadi kami mendukung jurnalisme kolektif,” tuturnya. (ril)

Populer Minggu Ini

Bara Konflik di Balik Gemerlap Pesta Rakyat Imlek, Klenteng Kwan Sing Bio Kembali Disegel

kabartuban.com - Riuh tabuhan dan gemerlap lampion mewarnai perayaan...

Pasangan Selingkuh di Hotel Lynn Jadi Tersangka, Terancam Pidana Satu Tahun Penjara

kabartuban.com - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim...

Sempat Memanas, Perayaan Imlek di Kwan Sing Bio Diwarnai Konflik Kepengurusan Klenteng

kabartuban.com - Pesta rakyat dalam rangka perayaan Imlek di...

Digerebek Istri Saat Ramadan, Oknum Karyawan BUMN dan Guru ASN Kepergok Sekamar di Hotel Tuban

kabartuban.com – Bulan Ramadan kerap dimaknai sebagai waktu terbaik...

Antre Sejak Sore, Bubur Muhdor Jadi Tradisi Ramadan Legendaris Warga Tuban

kabartuban.com - Menjelang waktu berbuka puasa, halaman Masjid Muhdor...

Artikel Terkait