Tuban Job Fair 2026 Buka 5.000 Lebih Lowongan, Jadi Peluang Emas Para Pencari Kerja

kabartuban.com – Pemerintah Kabupaten Tuban menggelar Tuban Job Fair 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pencari kerja untuk memperoleh informasi sekaligus mengakses berbagai peluang pekerjaan yang tersedia di sejumlah perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid, mengatakan Job Fair 2026 ditujukan untuk memfasilitasi proses rekrutmen tenaga kerja sekaligus memberikan informasi mengenai kesempatan kerja kepada masyarakat.

“Tujuannya untuk memfasilitasi rekrutmen tenaga kerja dan memberikan informasi kesempatan kerja kepada pencari kerja. Ini merupakan langkah nyata menuju impian,” ujar Rohman, Rabu (19/8/2026).

Tahun ini, Job Fair diikuti 34 perusahaan dengan menyediakan lebih dari 5.000 lowongan pekerjaan yang ditawarkan melalui sekitar 40 stand.

Sasaran kegiatan tersebut tidak hanya masyarakat yang sudah memiliki pengalaman kerja, tetapi juga pencari kerja dari lulusan SMA/SMK sederajat hingga perguruan tinggi, khususnya masyarakat Kabupaten Tuban.

Pelaksanaan Tuban Job Fair 2026 berlangsung selama dua hari. Pada Rabu (19/8/2026), kegiatan dibuka mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB, kemudian dilanjutkan pada Kamis (20/8/2026) mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Wakil Bupati Tuban, Drs. H. Joko Sarwono, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja.

Menurutnya, pencari kerja asal Tuban harus memiliki kompetensi yang mampu bersaing dengan pencari kerja dari daerah lain.

“Yang ingin kita wujudkan adalah sumber daya manusia yang terlatih, agar pencari kerja di Tuban tidak kalah dengan pencari kerja daerah lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Job Fair juga diharapkan dapat membantu mempercepat penurunan angka pengangguran di Kabupaten Tuban.

Dalam sambutannya, Joko menyebut terdapat sekitar 24.854 orang pengangguran dengan tingkat pengangguran sebesar 3,44%. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pembangunan bidang ketenagakerjaan ditempatkan sebagai bagian dari prioritas pembangunan Kabupaten Tuban.

Menurutnya, pembangunan ketenagakerjaan berkaitan erat dengan misi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan terlatih.

Bagi pencari kerja, Job Fair tidak hanya menjadi tempat mencari lowongan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih jauh dunia kerja sebelum menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Hal itu dirasakan Aura Azzahra, siswi kelas 12 SMK Technopreneurship Tuban. Ia datang ke Job Fair untuk mencari gambaran mengenai pilihan pekerjaan yang dapat dipertimbangkan setelah lulus sekolah.

“Motivasinya mengikuti ini biar tahu ke depannya mau seperti apa, karena habis ini kan lulus. Jadi mau mencari referensi-referensi kerja yang seperti apa,” kata Aura.

Sementara itu, Mita Putri Laksono, seorang fresh graduate, memanfaatkan Job Fair untuk mencari pengalaman sekaligus memperluas jaringan.

“Motivasinya untuk mencari pengalaman kerja, untuk menambah relasi juga,” ungkap Mita.

Dengan puluhan perusahaan dan ribuan lowongan yang tersedia, Tuban Job Fair 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja secara lebih efektif.

Bagi para pencari kerja, khususnya lulusan baru, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mulai mengenali pilihan karier sekaligus mempersiapkan diri agar mampu bersaing di dunia kerja. (anggie)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya