kabartuban.com – Momentum perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang identik dengan tradisi silaturahmi dan sajian khas seperti opor dan kupat membawa kabar baik bagi masyarakat. Harga bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Tuban terpantau stabil, bahkan stok kebutuhan pangan dipastikan dalam kondisi aman.
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Tuban per 19–20 Maret 2026, sejumlah komoditas utama menunjukkan harga yang relatif tidak berubah. Beras premium berada di kisaran Rp14.580 per kilogram, sementara beras medium Rp13.100 per kilogram. Harga minyak goreng kemasan tercatat Rp18.600 per liter, dan gula pasir Rp17.000 per kilogram.
Untuk komoditas hortikultura, cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan harga Rp90.000 per kilogram, disusul cabai merah keriting Rp34.400 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual Rp35.200 per kilogram dan bawang putih Rp32.600 per kilogram.
Di sektor protein hewani, daging sapi paha belakang berada di harga Rp121.000 per kilogram. Daging ayam ras dijual Rp42.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras Rp29.600 per kilogram. Seluruh komoditas tersebut dilaporkan dalam kondisi harga stabil.
Kepala dinas perdagangan, Gunadi, menjelaskan bahwa fluktuasi harga biasanya terjadi menjelang Lebaran, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berbuka puasa, sahur, hingga persiapan zakat. Namun, saat hari raya dan setelahnya, harga cenderung kembali stabil.
“Lebarannya kan hari ini dan besok. Kalaupun naik, biasanya mendekati Lebaran karena kebutuhan meningkat. Justru saat Lebaran dan setelahnya, harga cenderung lebih stabil,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pokok. Pemerintah daerah juga terus memantau distribusi dan ketersediaan barang agar pasokan tetap terjaga di tengah tingginya aktivitas konsumsi selama hari raya. (fah)
