kabartuban.com – Di tengah menjamurnya bisnis kue kering saat Ramadan, By Dapoer Eca di Kelurahan Doromukti, Kaecamatan Tuban memilih menonjolkan keunikan rasa sebagai strategi bertahan. Produk andalannya, nastar dengan topping cengkeh, menjadi ciri khas yang membedakan dari kue kering pada umumnya.
Usaha rumahan milik Shintia Meinisha ini berawal dari tradisi keluarga yang rutin menyajikan nastar jadul saat Hari Raya Idul Fitri. Resep tersebut kemudian menarik perhatian kerabat yang mencicipi, hingga akhirnya berkembang menjadi peluang usaha.
“Awalnya hanya konsumsi keluarga. Lama-lama banyak yang pesan,” ujar Shintia.
Melihat permintaan yang terus meningkat, lulusan Universitas Negeri Surabaya itu mulai memasarkan produknya secara serius sejak 2025 dengan nama By Dapoer Eca. Kini, di tahun kedua operasionalnya, usaha tersebut mulai dikenal sebagai salah satu produsen kue kering rumahan di Tuban.
Keunggulan utama terletak pada nastar topping cengkeh yang menghadirkan aroma khas dan cita rasa klasik. Teksturnya yang lembut serta sensasi rempah menjadi daya tarik tersendiri di tengah tren nastar modern.
Selain varian original, Shintia juga mengembangkan produk lain seperti nastar keju dan nastar Taiwan. Ia turut melengkapi pilihan dengan kukis klasik, mawar, katengels, hingga kukis donat yang diminati karena bentuknya yang unik.
Meski permintaan meningkat, proses produksi tetap dilakukan secara mandiri dengan melibatkan anggota keluarga. Cara ini dipilih untuk menjaga kualitas rasa dan kebersihan produk.
Untuk mengantisipasi lonjakan pesanan selama Ramadan, Shintia menerapkan sistem pemesanan dalam tiga tahap atau batch. Strategi ini dinilai efektif untuk mengatur produksi sekaligus memberi keleluasaan bagi pelanggan dalam menentukan waktu pembelian.
“Kami bagi tiga batch supaya produksi tetap terkontrol dan pelanggan bisa menyesuaikan kebutuhan,” jelasnya.
Penerapan sistem tersebut berdampak pada peningkatan penjualan. Tahun ini, By Dapoer Eca mencatat penjualan sekitar 60 toples berbagai varian kue kering.
Selain melayani pembelian satuan, usaha ini juga membuka peluang reseller dengan minimal pemesanan 10 toples. Layanan hampers Lebaran pun disediakan dengan konsep custom sesuai permintaan konsumen.
Dari sisi harga, produk dipasarkan untuk segmen menengah dengan tetap mengedepankan bahan berkualitas. Penyesuaian harga dilakukan mengikuti kondisi bahan baku di pasaran.
Ke depan, Shintia berkomitmen mempertahankan konsistensi rasa dan pelayanan sebagai kunci menjaga kepercayaan pelanggan.
“Yang penting kualitas tetap terjaga dan pelanggan puas,” katanya. (fah)
