Home HEADLINE Warga Montong Resah, Sejumlah Penduduk Terserang Demam Disertai Nyeri

Warga Montong Resah, Sejumlah Penduduk Terserang Demam Disertai Nyeri

22

kabartuban.com – Munculnya keluhan demam tinggi disertai nyeri sendi di sejumlah desa di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, memunculkan kekhawatiran warga akan merebaknya virus Chikungunya. Namun, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban menegaskan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa pemeriksaan medis yang jelas.

Keluhan tersebut dilaporkan warga di Desa Sumurgung dan Desa Jetak. Di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tuban dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah warga mengalami demam tinggi yang berlangsung beberapa hari dan disertai nyeri pada persendian.

Sebagian warga menduga gejala tersebut berkaitan dengan Chikungunya, meski belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kekhawatiran pun mulai berkembang di lingkungan masyarakat.

Salah seorang warga Desa Sumurgung, Najib, mengaku sempat mengalami demam tinggi dan nyeri sendi hampir selama satu pekan.

“Badan terasa nyeri di persendian, disertai demam, dan hampir seminggu baru sembuh,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes P2KB Tuban, Roikan, meminta masyarakat untuk tetap tenang. Bahwa gejala demam yang di rasakan warga belum tentu merujuk pada virus chikungunya.

“Gejala demam dan nyeri sendi tidak bisa langsung disimpulkan sebagai Chikungunya. Sebelum ada pemeriksaan dan uji laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” kata Roika, Senin (5/1/2026).

Roikan menjelaskan, cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Januari berpotensi menurunkan daya tahan tubuh masyarakat. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai penyakit dengan gejala serupa, mulai dari influenza, demam biasa, hingga penyakit lain seperti demam berdarah dengue (DBD).

“Banyak penyakit yang gejalanya mirip. Bisa jadi hanya flu akibat perubahan cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih fokus pada langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna menjaga imunitas tubuh.

“Jika ada warga yang sakit dan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke Puskesmas terdekat agar mendapatkan penanganan medis yang tepat,” tegasnya.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, Dinkes P2KB Tuban memastikan pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas tetap siaga. Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan, serta saling mengingatkan pentingnya kebersihan selama musim penghujan. (fah)