kabartuban.com – Dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah, Dinas Pertanian dan Peternakan (Disperta) Kabupaten Tuban melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi peternakan sapi. Petugas memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat.
“Kita melakukan pengecekan hewan-hewan kurban yang akan dibeli oleh konsumen, tujuannya agar kita bisa memantau apakah ada penyakit hewan yng menular atau tidak,” terang Pipin Diah Larasati, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan saat sidak kepada kabartuban.com, Jum’at (9/9/2016).
Masih terang Pipin, dalam istilah ilmu kedokteran hewan ada penyakit Zoonosis yang mana penyakit ini bisa menular pada manusia. Sehingga, dalam hal ini pihaknya melakukan pengecekan terhadap hewan kurban untuk mengantisipasi adanya penyakit-penyakit tersebut.
“Jadi perlu pengecekan, karena nantinya kita ingin menyediakan daging kurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal),” pungkasnya.
Dikatakan oleh Pipin, pemeriksaan hewan kurban tidak hanya dilakukan saat masih hidup, namun juga dilaukan pemeriksaan secara antemortem dan postmortem, yang mana antamortem adalah pemeriksaan yang dilakuakan sebelum disembelih, dan Postmortem adalah pemeriksaan setelah menjadi daging.
“Momen idul kurban, saat mau disembelih tetap diperiksa dan saat jadi daging juga dicek lagi jeroanya, jika nanti ditemukan hal yang mencurigakan mohon untuk dibuang dan tidak dikonsumsi,” tutupnya.
Diketahui, sidak dilakukan di dua titik yakni di peternakan Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, dan peternakan Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, dengan jumlah 52 ekor sapi, dan 15 ekor kambing yang telah diperiksa. (har)
