kabartuban.com – Sebanyak 75 personil dari tim gabungan telah dilibatkan dalam pencarian 7 santri yang hilang dibantaran sungai bengan solo, tepatnya di Dusun Tambahan, Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Tenggelamnya perahu tersebut diduga karena terlalu banyak muatan.
Sebanyak 50 tersebut terbagi menjadi 9 kelompok atau Search And Rescue Unit (RSU), yang mana setiap kelompok rata-rata dibagi menjadi 6 atau 7 personil.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban menyatakan, saat ini para tim akan melakukan pencarian dengan radius sekitar 6 kilometer dari titik lokasi kejadian.
“Setelah tadi para tim sempat menepi, namun sekarang pencarian dilanjut lagi,” ungkapnya kepada kabartuban.com, Sabtu (8/10/2016).
Masih terang Joko, selama hujan tidak merubah debit air dan arus diatas permukaan sungai maupun dibawah sungai, pencarian akan terus dilakukan.
“Yang menjadi kendala saat ini adalah saat air deras, jadi itu ndak mempersulit pencarian,” paparnya.
Masih terang Joko, seperti kejadian-kejadian sebelumnya, korban akan muncul setelah dua hari kejadian. Tetapi, peristiwa kali ini berbeda, ata-rata korban yang tenggelam tersebut telah menjatuhkan diri.
“Karena korban panik, akhirnya mereka menjatuhkan diri, sehingga dikhawatirkan ketika korban jatuh itu bisa tersangkut sesuatu yang ada di aliran sungai bengawan solo tersebut.
Diketahui, ada 20 lembaga yang terlibat dalam pencarian tersebut, diantaranya adalah Basarnas, BPBD Tuban, BPBD Bojonegoro, BPBD Lamongan, BPBD Gresik, Polres Tuban, Polres Lamongan, Kodim Tuban, Kodim Lamongan, Polair Tuban, MDMC Lamongan, PMI Tuban, PMI Lamongan, Kecamatan Widang, DVI Polda Jatim, Rapi Gresik, Tagana Tuban, Mahipal, SAR Surabaya, PKM Widang, dan Ponpes Langitan. (har)
