Mayat Tanpa Identitas, Ditemukan di Pantai Wisata Kambang Putih

kabartuban.com – Para wisatawan Terminal Wisata Kambang  Putih, di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria paruh baya tanpa identitas, yang ditemukan sekitar pukul 07.45 WIB, Kamis (21/12/2017).

Pria yang diperkirakan berumur 65 tahun ini ditemukan pertama kali oleh Nyodi (17) Warga Desa gaji, Kecamatan Kerek, pekerja proyek yang akan mengambil baju ganti untuk memulai pekerjaannya.  Ketika mau ganti baju dan dan mengahap ke pantai, ia melihat seorang yang separoh tubuhnya terpendam pasir dalam posisi tertelungkup.

Mengetahui hal tersebut, kemudian pemuda itu langsung lapor ke salah satu karyawan, dan melaporkannya ke petugas Polsek Jenu.

“Ketika mau ganti baju, kok kelihatan ada orang yang tengkurap,tapi badannya terpendam pasir, lalu saya lapor ke petugas pengelola wisata mas,” kata Ngodi kepada kabartuban.com.

Mendapati laporan tersebut, anggota Polsek setempat langsung menuju ke lokasi mayat yang di temukan, dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kita mendapat laporan dari masyarakat, dan kasus ini masih kita dalami” kata Kapolsek Jenu, AKP Elis Suendayati.

Mayat miseterius itu, diperkirakan baru satu hari, karena menurutnya kondisi tubuh korban juga belum mengeluarkan bau. Selain itu dimungkinkan  akibat dari  kecelelakan dilaut, dan terbawa ombak yang kebetulan kondisi gelombang ombak, kemarin Rabu (20/12/2017) malam cukup besar.

“Kemungkinan akibat kecelakaan, dan ini kondisinya juga masih utuh masih dapat dikenali” terang mantan Kasubbag Humas Polres Tuban ini.

Oleh karena itu, dihimbau untuk masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya, dengan ciri-ciri umur sekitar 65 tahun, memakai celana hitam, celana dalam biru dongker, dan kaos biru muda, tinggi sekitar 160 cm agar bisa melapor ke Polsek setempat.

“Untuk masyarakat yang merasa keluarganya kehilangan, silahkan menghubungi kami atau pihak rumah sakit” imbaunya.

Saat ini jenazah korban, di bawah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Koesma Tuban, untuk di visum dan identifikasi. (Dur)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya