Haul ke-517 Sunan Bonang Dihadiri Ribuan Peziarah dari Dalam dan Luar Negeri

kabartuban.com – Lautan manusia memadati kawasan Makam Sunan Bonang dan Alun-Alun Tuban dalam rangkaian Haul ke-517 Sunan Bonang. Tidak hanya masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, ribuan peziarah juga datang dari luar pulau hingga mancanegara untuk mengikuti tradisi religi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut.

Haul salah satu Wali Songo ini tidak sekadar menjadi momentum mengenang jasa penyebar Islam di Tanah Jawa, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua Panitia Haul Sunan Bonang, Siswanto, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini telah memasuki agenda keenam dari tujuh kegiatan yang telah disiapkan panitia.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan lancar. Mulai dari pertemuan alim ulama, takjil gaib, khataman Al-Qur’an, sunatan massal, hingga hari ini Tahlil Akbar. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah pengunjung yang datang silih berganti sejak awal rangkaian acara diperkirakan mencapai jutaan orang. Arus peziarah terus berdatangan dari berbagai daerah untuk mengikuti kegiatan haul sekaligus berziarah ke makam Sunan Bonang.

“Kalau dihitung sejak awal rangkaian acara, jumlah pengunjung yang datang ke Tuban bisa mencapai jutaan orang. Bahkan ada wisatawan religi dari luar negeri yang turut hadir,” katanya.

Siswanto menuturkan keramaian mulai terlihat sejak pertemuan alim ulama pada 20 Juni lalu. Namun, sebelum agenda tersebut berlangsung, sejumlah peziarah dari luar daerah dan mancanegara sudah lebih dahulu datang ke Tuban.

Ia menilai Haul Sunan Bonang telah berkembang menjadi magnet wisata religi yang mampu menarik kunjungan dalam skala besar sekaligus memperkenalkan Kabupaten Tuban kepada dunia.

Selain kegiatan utama berupa pengajian dan tahlil, panitia juga menggelar berbagai agenda budaya keagamaan. Di antaranya Tadarus Bin Nadlor dan Khatmil Quran Bil Ghoib yang dilaksanakan serentak di puluhan masjid dan musala di Kabupaten Tuban.

Tradisi hadrah yang telah menjadi bagian dari sejarah haul juga kembali digelar. Ribuan pecinta seni hadrah Ishari dari berbagai daerah memadati lokasi acara sebagai bentuk penghormatan kepada Sunan Bonang yang dikenal menggunakan pendekatan seni dan budaya dalam dakwahnya.

“Sejak dulu seni hadrah menjadi pembuka rangkaian haul. Ini bagian dari tradisi yang diwariskan dan terus dijaga sampai sekarang,” ungkap salah seorang panitia.

Tak hanya menghidupkan tradisi keagamaan, Haul Sunan Bonang juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Kawasan pusat kota dipenuhi pedagang UMKM yang memanfaatkan momentum kedatangan jutaan peziarah.

Siswanto mengaku banyak pelaku usaha kecil yang merasakan peningkatan omzet selama pelaksanaan haul.

“Alhamdulillah para pedagang mengaku dagangannya laris. UMKM sangat terbantu dengan ramainya pengunjung yang datang,” katanya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari berbagai pihak, mulai Pemerintah Kabupaten Tuban, TNI, Polri, hingga masyarakat umum. Menariknya, seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari Yayasan Mabarrot Sunan Bonang dan partisipasi masyarakat melalui sedekah makanan, snack, serta ribuan paket berkat yang dibagikan kepada jamaah.

Pada malam puncak haul, panitia menghadirkan pembicara dari pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, untuk memberikan mauidhoh hasanah kepada para jamaah.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Haul Sunan Bonang menjadi bukti bahwa tradisi warisan para wali masih hidup dan terus dirawat oleh masyarakat. Bukan hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya, penguatan nilai-nilai spiritual, dan penggerak ekonomi kerakyatan yang memberi manfaat luas bagi Kabupaten Tuban. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya