kabartuban.com – Seorang kakek ditemukan tergantung di pagar tangga menuju lantai dua dalam rumahnya menggunakan kain ihrom yang di ikatkan pada salah satu sisi pagar. Korban ditemukan keluarganya usai sholat berjamaah di mushola tidak jauh dari rumah mereka.
Korban diketahui bernama Wardi, warga Dusun Bawi Kulon, Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Tuban.
Menurut Kapolsek Kerek, AKP Mujito, sebelum ditemukan meninggal dengan cara tergantung, korban memerintahkan seluruh keluarganya untuk segera berangkat ke Mushola persiapan Sholat Magrib berjamaah. Setelahnya korban yang mengenakan pakaian ihrom, langsung masuk rumah dengan memgunci seluruh pintu.
“Diperintahkan orangtuanya, anak dan istrinya langsung berangkat ke mushola, namun begitu kembali dari mushola pintu rumah terkunci, ” Terang Mujito.
Mendapatkan ada kejanggalan, keluarga korban lantas membuka paksa pintu rumah dan mendapatkan korban sudah tergantung pada pagar salah satu sisi tangga menuju lantai dua rumahnya.
“Diketuk beberpaa kali tidak ada jawaban, setelah dibuka paksa ditemukan sudah tergantung, ” jelasnya.
Menurut keterangan keluarga korban, Wardi benerapa hari ini sering bicara ngelantur, dan selalu bilang jika meninggal ingin dimakamkan disalah satu pemakaman didesanya. Karena hal tersebut keluarga korban mengindikasi adanya gangguan kejiwaan pada korban.
“Menurut keterangan keluarga kerap bicara ngelantur, ” imbuh Kapolsek Kerek.
Oleh oetugas kepolisian jasad kakek 73 tahun itu kemudian diserahkan kepada keluarganya setelah mendapatkan pemeriksaan dan dipastikan murni bunuh diri. (luk)
