18.324 KK di Tuban Krisi Air Bersih

kabartuban.com – Krisis air bersih yang melanda di Kabupaten Tuban, kian meluas hingga 11 Kecamatan di Bumi Wali Tuban, hampir ada 18.324 kepala keluarga (KK) terdampak musibah kekeringan tahun ini.

Dari data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, antara lain wilayah kecamatan yang terdampak, Kerek, Grabagan, Bangilan, Senori, Parengan, Jatirogo, Soko, Montong, Semanding, Rengel dan Singgahan. Dari kesebelas Kecematan tersebut dua diantaranya terparah yakni Kecamaatn Senori dan Parengan.

“Dua kecamatan yang paling banyak terdampak kekeringan tahun ini, masing-masing ada 9 desa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono kepadakabartuban.com, Sabtu (13/10/2018).

Mantan camat Widang ini menambahkan, penyebab dari musibah kekeringan di tahun ini belum diketahui secara pasti penyebanya. Dibandingkan pada tahun 2015 hanya 45 desa yang mengalami kekeringan disebabkan oleh fenomena el nino (anomali iklim di Pasifik Selatan, red) yang kuat dan kemungkinan besar bisa bertambah.

“ Kalau di tahun el nino nya moderat mas, tidak seperti kekeringan tahun 2015, dan kemungkinan besar bertambahnya, karena menurut prediksi BMKG mulai musim hujan pada bulan November minggu kedua tahun 2018,“ tambahnya.

Saat ini petugas masih melakukan pendristribuain air bersih atau drpoing di sejumlah wilayah, dan untuk jadwal menerima air bersih. Seperti hari ini di Desa Genaharjo dan Perunggahan Kulon, kecamatan Semanding.

Untuk memudahkan warga guna mengambil air bersih, pihak BPBD Tuban membuat kolam penampungan air darurat sementara dengan menggunakan terpal. Yang mana, kolam-kolam air itu ditempatkan di kampung yang mengalami kekeringan dan air dari tangki langsung di tempatkan di kolam tersebut.

“Droping air bersih ini masih terus kita lakukan untuk mengatasi kekeringan di Tuban. Warga memang sangat antusias dan sangat berterima kasih serta terbantu dengan adanya droping dari Pemkab Tuban ini,” terang Joko.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat dengan potensi dampak kekeringan yang terus bertampah, masyarakat diminta untuk mengurangi dan bahkan menghilangkan kebiasaan membakar semak belukar, alang-alang dan sampah disekitar lingkungan perumahan agar tidak terjadi kebakaran, kemudian lebih hemat menggunakan air dalam keperluan hidup sehari-hari baik keperluan mandi, cuci dan membuang hajat.

“Karena musim kemarau yang panjang, jadikami menghimabu agar masyarakat bisa menjaga lingkungannya, jangan membakar sampah sembarangan, bisa lebih hemat dalam emnggunakan air keprluan sehari-hari,” pungkasnya. (Dur/Rul)

Populer Minggu Ini

Bukan Sekadar Pencurian, Dugaan Pergeseran Kimsin Kwan Kong Picu Proses Hukum

kabartuban.com - Dugaan percobaan pencurian patung dewa (kimsin) Kwan...

Kader NasDem Tuban Protes Sampul Majalah, Soroti Batas Kritik dan Etika Politik

kabartuban.com - Ratusan kader dan simpatisan Dewan Pimpinan Daerah...

Upaya Pencurian Kimsin Dewa Kwan Kong di Klenteng Kwan Sing Bio Digagalkan Pengelola

kabartuban.com - Aksi pengambilan patung suci (kimsin) Dewa Kwan...

Polres Tuban Berikan Bantuan Usaha Hingga Akses Pengobatan untuk Warga Disabilitas

kabartuban.com – Kepedulian terhadap kelompok rentan kembali ditunjukkan jajaran...

Sidak DPRD–Diskopumdag Temukan MinyaKita Dijual Tak Sesuai Aturan

kabartuban.com - Temuan mengejutkan muncul dalam inspeksi mendadak (sidak)...

Artikel Terkait